Buseronlinenews

TOBAT Kritisi Dinas Kesehatan Cianjur Terkait Produk Yang Akan Dikonsumsi Bayi Jelang Massa Expired

Cianjur – Aliansi mahasiswa (TOBAT) lakukan aksi damai kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, tujuannya untuk mengkritisi Dinas kesehatan jangan sampai lalai dalam menyikapi produk-produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat, terutama bayi ataupun balita. Karena mahasiswa banyak menemukan produk-produk yang dalam waktu seminggu lagi akan tiba masa expired. Aksi tersebut berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Cianjur, Rabu (20/03/2024)

Purnosetiyo ketua aliansi yang biasa disebut presiden TOBAT mengatakan, kami mempetanyakan tentang progra stanting di Dinas Kesehatan Cianjur, karena data temuan kami di lapangan bahwasannya produk ini mengalami expayer yang pendek, nah ketika jangka waktu yang pendek saya cek di puskesmas di posyandu ternyata belum didistribusikan, artinya kami khawatir ketika disebarkan kepada masyarakat takutnya mengalami keracunan dan sebagainya. Sebelumnya kecurigaan kami ini yang pertama ingin mengadili para pejabat yang memang ada indikasi korupsi disitu, cuman tadi dijelaskan bahwasanya terkait dengan program ini ternyata khusus, jadi ada rekomendasi dokter, tadi sudah dijelaskan ketika sudah mendekati expayer ini bisa diretur kembali dan ini sudah ada perjanjian di PPK nya, jadi ketika sudah mendekati jarak satu minggu bisa diretur kembali tanpa mengeluarkan anggaran.Nah dari sana sudah jelas, artinya itu tidak ada anggaran yang dikeluarkan di Dinas. Kami hadir disini atas keresahan yang tadinya kecurigaan terhadap program stanting ini. Ini merupakan salah satu peran pungsi mahasiswa agen of control ketika ada kebijakan yang janggal atau memang ada kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat maka mahasiswa berdiri dibarisan paling depan menyuarakan, karena terkait program stanting ini sangat penting sekali untuk generasi bangsa ke depan,” katanya.

Lanjut Purnosetiyo, kami tetap akan mengawal program stanting ini di puskesmas-puskesmas dan tadi kesepakatannya bahwasanya terkait misalnya kurang dari satu minggu expayer itu bisa ditukar, itu antara Dinas dan PPK sudah bekerja sama, tugas kita mahasiswa mengawal susu ini di Puskesmas ketika expayer belum dikembalikan nah itu wajib kita ingatkan atau kita kritisi. Karena terkait stanting ini kan khusus untuk balita yang memang sejak lahir dari dalam kandungan sampai dengan 100 hari atau lebih progam stanting ini terus dia dikasih susu, nutrisi-nutrisi, hingga sesuai dengan instruksi dokter,” tutur purnosetiyo

Saat ditemui di ruang kerjanya Cecep Juhana Sekretaris Dinas Kesehatan Cianjur berujar, atas nama pimpinan dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, mengenai aksi damai dari aliansi mahasiswa pada prinsipnya kami sebagai lembaga publik yang bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan, sesuai dengan amanah yang diberikan oleh bapak Bupati, setiap bentuk kontrol masyarakat harus kita sikapi dengan positif, sebagai kontrol sosial bagi kami para aparatur pemerintah, jadi kita harus siap dalam setiap mendapatkan masukan, kritikan dari masyarakat secara umum. Ini membantu kami agar senantiasa berada dijalur yang benar didalam melaksanakan tugas negara ini. Apa yang disampaikan ade-ade mahasiswa sesuatu yang wajar bagi kami, ketika masyarakat bertanya tentunya kewajiban kami untuk menjawabnya. Berbicara expayer selama ini di Cianjur belum pernah terjadi memberikan produk yang sudah kadaluarsa kepada masyarakat terutama yang dikonsumsi oleh balita. Kita sangat trik ya dan tidak boleh ada obat atau barang yang dikonsumsi oleh masyarakat yang kadaluarsa. Kita bertanggung jawab dengan makanan, minuman sebagai lembaga pengawas apalagi obat atau makanan jangan sampai ada kejadian kita lalai, dan Alhamdulillah belum pernah ada kasus nutrisi untuk anak-anak kita yang gizi buruk dan stanting di Kabupaten Cianjur ini,” ujar Cecep

HDS/Najib