Buseronlinenews

Tambang Emas Ilegal di Tala Diduga Ada Bekingan

Kalimantan- Tambang Emas Ilegal di Desa Durian Bungkuk hantat diperbincangkan. Himpunan Mahasiswa Islam {HMI} Kalsel telah mengawalnya. Ya saat ini kasusnya telah bergulir. Masalahnya, alat bukti Tambang telah hilang, HMI curiga, ini sudah diatur, Ada ‘oknum-oknumnya’. Ketua HMI Kalsel, Hari Setiadi bilang, punya buktinya, Tidak asal tuduh. “Ada bukti screenshot dan rekaman. Tambang itu melibatkan oknum, setor-menyetor,” ucapnya, Senin, 29/4/2024 sore. Tambang ini berada di pemukiman warga. Bisa mengancam keselamatan warga. Secara hukum, ini juga telah merugikan negara. “Tambang telah berjalan sekitar sebulan. Masa dibilang ini galian sumur, ya jelas-jelas ada blower {Pompa vakum Cincin Air, red}. Sudah pasti tambang lah,” ujarnya. Garis polisi belum dipasang di sekitar tambang ilegal. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah {IMM} Badko Kalsel, Abdi Aswadi kecewa. “Kata Abdi, kasus ini akan terus dikawal. Jika kepolisian tak ambil tindakan, pihaknya siap membawa kasus ini ke tingkatan lebih tinggi. Menurutnya, ada dua faktor yang harus dicermati. Pertama, soal Analisis Dampak Lingkungan {AMDAL}, dan Tindak Pidana Korupsi {Tipikor}. “Diduga ada nama-nama bekingan. Pasalnya, banyak galian tambang yang sudah tidak aktif lagi,” bebernya.

Lantas bagaimana dengan tambang rakyat? Abdi menyebut, perlu ditengok dasar peraturannya, Legal atau Illlegal,” ucapnya. Pertemuan pengurus HMI dan IMM Badko Kalsel bersama Kasat Intelkam Polres Tala digelar, Senin, 29/4/ kemarin. Dalam kesempatan itu, hadir Zainul Lutfi. Zainul bilang, 3 Maret tengah malam, para pekerja tambang itu masih bekerja. “Padahal sudah sepakat pekerjaan dihentikan,” katanya. Rumah Zainul berada dekat dengan galian. Hanya berjarak 3 meter. Secara pribadi, ia mengaku khawatir. Ia sudah melaporkannya ke Kepala Desa, tapi nihil. “Sudah lapor ke kades dua kali, tapi tak direspon,” ungkapnya. Ia menyebutkannya, kades harusnya peka. Jika ada laporan, apalagi malam hari, harusnya ditindak lanjuti. “Lagipula, jika ada berita katanya sudah mediasi antara saya dengan pihak tambang yang difasilitasi Pemdes, itu tidak benar. Bohong. Saya tetap akan lapor,” tegasnya.

Polisi Kami Selidiki Kapolres Tala, AKBP Muhammad Junnaidi Jhonny berjanji akan menyelidiki. Termasuk diduga nama-nama bekingan tambang. “Karena mereka juga tidak tahu siapa {bekingan}, kalau toh tahu siapa, malam ini pun langsung saya periksa,” pungkasnya. Kesimpulannya, HMI dan Badko IMM Kalsel meminta dalam penyidikan kasus ini perlu dikawal khusus,” ucapnya.

{ Ms. H. }.