Buseronlinenews

Sukamara Kades Semantun Pimpin Pengecekan Bersama Pak Makruf Kasie Intel Kejari Sukamara Atas Jembatan Yang Dibangun Warga Dengan Biaya Sendiri

Kalteng – PEMUKIMAN, KUBURAN DAN kebun masyarakat yang menjadi buah pikiran warga desa Semantun hingga jembatan Kapuau yang hancur dan material kayunya hanyut dibawa air akibat diterjang banjir di Desember 2023 yang lalu dibangun kembali jembatan Kapuau oleh inisiatif warga dengan pembiayaan pembangunannya ditanggung warga Semantun sendiri tanpa ada sentuhan dana dari pemerintah juga termasuk dari dana kas desa Semantun sedangkan infonya pemdes Semantun miliki penghasilan dari kebun kelapa sawit yang dimiliki desa Semantun, ironisnya saat pengerjaan pembangunan jembatan Kapuau oleh warga sedang berjalan dan selesai dan bisa digunakan oleh warga sejak bulan Juni 2024 yang lalu untuk penyeberangan, kades Semantun pak Hendra, SH tidak pernah perhatiin dan peduli atas inisiatif kegiatan kerja dalam pembangunan jembatan Kapuau yang dilaksanakan warga sedangkan kantor desa Semantun dan perkantoran fasilitas umum desa Semantun hanya berjarak + 700 meter dari jembatan Kapuau.

INI BERITA tidak benar bos, yang ada pembuatan jembatan ini melanggar prosedur dan berpotensi merugikan negara…..hal ini terjadi Dinas PU dan Camat menunjuk kontraktor nya tidak sesuai aturan yaitu tanpa lelang dan tender ….yang ada penunjukan langsung dan tidak dibenarkan…kita sudah cek jembatan bersama Kasie Intel Kejari Sukamara yaitu Pak Makruf yang dipimpin kades langsung, terang Siswandi warga Semantun lalui pesan WhatsAppnya ke awak media (28/6) yang dijawab awak media ke Siswandi lalui pesan WhatsApp ” Aduh gitukah….tapi kenapa perangkat desa, kades dan BPD serta tokoh masyarakat tidak dari awal melaporkan ke kejaksaan atau melarang dan ke pemerintah Pemda hal pembangunan jembatan tersebut, malah sudah nyambung jembatan kok dilaporkan dan di periksa jaksa “, dijawab Siswandi kembali ke awak media ” Yaitu bos mereka itu tidak melapor, kemarin taksiran Kejaksaan nilai Proyek paling tinggi 500 JT an, ini membengkak sampai 800 JT an, itukan lebih 30 % penggunaan bahan bekasnya bos”.

(Mr boen 024/h4yn) Kalimantan.