Ciamis- Tahun 2023 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menganggarkan Rp 3.340.751.544 untuk pembangunan unit sekolah baru sekolah menengah atas negeri Cijeungjing di kabupaten ciamis.
Tahapan pasca kualifikasi sampai penandatangan kontrak di bulan juli sampai Agustus 2023.
Jumlah penyedia jasa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 113 penyedia dan yang memasukkan nilai penawaran hanya 13 penyedia.
Dalam laman lpse Jawa Barat, dari 13 penyedia yang memasukkan penawaran terdapat 8 penyedia yang penawarannya sama sebesar Rp. 2.672.601.235,70 yaitu CV Anugrah RZA Putra, CV CAMPERNIK, CV NURANI CIPTA MANDIRI, CV BINA RIZKY, CV. AMIRA HASNA KREASI, CV VAN DOELOER, CV HANDOYOSEWU dan PT. ADY KARYA RAYA NUSANTARA.
Hasil evaluasi panitia menetapkan tiga penyedia yang lolos dalam Evaluasi Administrasi, Evaluasi Teknis, Pembuktian Kualifikasi dan Evaluasi Kualifikasi, yaitu CV Anugrah RZA Putra, CV CAMPERNIK dan CV AMIRA HASNA KREASI. Ketiga perusahaan ini penawarannya sama dan yang menjadi ditetapkan sebagai pemenang adalah CV AMIRA HASNA KREASI dengan masa kerja 120 hari dilaksanakan dari tanggal 29 Agustus 2023 sampai dengan 26 Desember 2023 dengan surat perintah mulai kerja Nomor : 2863/KU.11.08/PSMK.
Penetapan CV AMIRA HASNA KREASI diduga ada penggiringan atau pengaturan pemenang, bahkan melanggar aturan
pada lampiran II Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 BAB I PENDAHULUAN angka romawi IV PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA MELALUI TENDER/SELEKSI Pada huruf (f) tertulis, indikasi persekongkolan antar peserta harus dipenuhi sekurang-kurangnya 2 indikasi di bawah ini :
1. Kesamaan dokumen penawaran, antara lain pada: metode kerja, bahan, alat, analisa pendekatan teknis, koefisien, harga satuan dasar, upah, bahan dan alat, harga satuan pekerjaan, dan/atau dukungan teknis;
3. Adanya keikutsertaan beberapa peserta yang berada dalam 1 kendali;
4.Adanya kesamaan/kesalahan isi dokumen penawaran, antara lain kesamaan/kesalahan pengetikan, susunan, dan format penulisan.
Pemantauan media ini dan media tipikor tertanggal 27 maret 2024, gedung yang dibangun dikaki gunung yang berdekatan dengan sungai besar sangat memprihatinkan. Gedung yang dibangun ditengah hutan yang penduduknya sangat sedikit, akan menjadi bom waktu bagi guru dan siswa apabila pihak dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat memaksakan akan segera digunakan untuk proses belajar mengajar tanpa menata kembali, baik struktut gedung yang baru dibangun maupun menata kembali struktur tanah yang rawan longsor.
“Baru selesai di awal bulan Februari 2024 dan sepertinya pekerjaan asal jadi dikerjakan, lihat saja sudah pada retak-retak, listrik tidak nyala, tebing mau ambrol dan lantai bergelombang” Sebut Asep Hidayat sebagai pemerhati pendidikan wilayah ciamis.
Dinas pendidikan Jawa Barat, lanjutnya, sepertinya lebih memprioritaskan lahan gratis atau hibah dari seseorang untuk dibangun sekolah, daripada azas manfaat untuk masyarakat banyak, seharusnya harus dipikirkan letak geografisnya, sekolah pendukung dan tidak jauh dari penukiman penduduk.
Edi Kurnia sebagai pejabat pembuat komitmen atau PPK, ketika dihubungi media ini lewat hanphone pribadinya tidak mau mengangkat dan menjawab pesan singkat whatsapp.
Masyarakat berharap pihak aparat penegak hukum dan BPK RI perwakilan Jawa Barat, benar-benar memeriksa dan mengaudit kegiatan ini mulai dari proses tender, perencanaan, sampa FHO agar tidak terjadi lagi ada proyek yang asal dikerjakan, molor dan merugikan keuangan negara.
TEAM INVESTIGASI BUSER NEWS.








