KUDUS-PT Djarum yang berkantor di Kabupaten Kudus berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) pelayanan KB melalui pemasangan alat kotrasepsi implan atau KB implan secara serentak kepada 1.327 akseptor atau karyawannya pada Selasa, 16 Juli 2024.
Pemasangan KB implan serentak ini dilakukan di lima lokasi brak PT Djarum. Yakni di brak Jetak, brak Karangbener, brak Megawon 2, brak Pengkol, dan brak Tanjung Karang 1.
Penyerahan penghargaan MURI itu diserahkan langsung oleh Kepala Divisi MURI Semarang, Ari Andriani kepada General Manager Djarum Production, Wibowo Saputro.
Disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie, perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu, serta para tamu undangan lainnya di ruang pertemuan PT Djarum brak Karangbener, Kecamatan Bae.
Ari Andriani menyampaikan, rekor kali ini merupakan rekor ke-29 yang berhasil dipecahkan PT Djarum. Untuk rekor layanan pasang KB, sebelumnya ada di BKKBN, dengan kategori pemasangan alat kontrasepsi implan secara serentak kepada akseptor terbanyak di 34 provinsi.
“Tapi untuk karyawan, pemasangan KB untuk karyawan baru PT Djarum yang mencatatkan rekor,” ujarnya.
Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho menjelaskan, program pemasangan KB implan ini berkaitan dengan dukungan perusahaan dalam penanganan stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus.
“Dengan keluarga berencana ini, diharapkan keluarga karyawan yang ada di PT Djarum bisa lebih sehat, lebih baik dalam tumbuh kembangnya,” katanya.
“Dengan perencanaan keluarga yang baik, diharapkan bisa mendapatkan pola asuh serta makanan dan gizi yang baik, sehingga tumbuh kembang anak juga baik,” jelas Purwono melanjutkan.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, BKKBN Provinsi Jawa Tengah, serta pihak lainnya yang mendukung kegiatan hari ini.
Ke depan, PT Djarum akan kembali memfasilitasi pelayanan yang sama untuk para karyawannya yang membutuhkan.
“Selanjutnya, akseptor (karyawan) akan kita data lagi, berapa banyak yang metode KB-nya perlu untuk diselesaikan,” ujar seseorang yang sering disapa Pak Ipung tersebut.
Lebih lanjut, Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie sangat mengapresiasi agenda terkait penganugerahan rekor MURI untuk PT Djarum kali ini. Dengan memberikan layanan KB implan serentak kepada 1.327 akseptor yaitu karyawannya, PT Djarum berhasil memecahkan rekor MURI.
“Presatasi yang ditorehkan teman-teman ini, kolaborasi bersama BKKBN, PT Djarum, dan masyarakat keseluruhan dalam perencanaan keluarga yang baik bisa menghasilkan keluarga yang baik pula,” kata Hasan Chabibie.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama apik ini. Ke depan, menurut Hasan, program ini akan terus dilanjutkan.
“Insyaallah tahun depan, perusahaan lain atau tempat lainnya yang memiliki banyak pekerja wanita, kita koordinasikan dengan BKKBN untuk recreat pelayanan pemasangan alat kontrasepsi KB ini,” terangnya.
Apresiasi serta dukungan yang sama juga disampaikan oleh perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu. Hal yang dilakukan PT Djarum ini menjadi salah satu advokasi bagi semua perusahaan di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dalam upaya menjaga angka kelahiran sehingga tidak ada lagi kasus stunting.
Harapannya ke depan, PT Djarum bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus bisa lebih intens dalam memfasilitasi pelayanan KB, baik itu melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) maupun non MKJP untuk semua karyawan PT Djarum yang jumlahnya mencapai 60 ribu orang lebih tersebut.
“Agar di dalam PT Djarum ini banyak yang melakukan pelayanan KB, juga mencegah terjadinya stunting,” terangnya. ( JIMMY )….








