Buseronlinenews

Pemimpin Idaman Dan Wakil Rakyat Yang Merakyat Bukan Hanya Sekedar Duduk Manis Tanpa Aksi

BENGKULU UTARA : Pemimpin Yang Diharapkan Rakyat Atau Masyarakat itu Pemimpin Yang Seperti Apa Sih..?
“Pertanyaan ini Sekaligus Dijawab Oleh Sumardi.
Tentunya Kata Sumardi. “Pemimpin Yang Mengayomi, Yang Bertanggung Jawab Dan Tidak Hanya Mengumbar Janji? Atau Pemimpin Yang Banyak Berjanji Dan Hanya Berkhayal Bercita Cita Tinggi Tanpa Ada Aksi Dan Realisasinya.?

Sebagai Rakyat Dan Masyarakat, Tentu Saja Harapan Memiliki Pemimpin Yang ideal Dan Mampu Membawa Sebuah Negara Atau Daerah Dalam Sebuah Puncak Keemasan Adalah Harapan Yang Akan Banyak Digaungkan. Bukan Hanya Memiliki Pemimpin Yang Bertanggung Jawab, Namun Seorang Pemimpin Yang Mengayomi Dan Mampu Membawa Perubahan Besar, Baik Dalam Kehidupan Masyarakat Atau Di Didang Pemerintahan itu Sendiri. Pemimpin Yang Diharapkan Akan Membawa Bangsa Menjadi Bangsa Yang Maju, Bukan Hanya Di Mata Rakyatnya, Bila Perlu Di Mata Dunia. Terlepas Dari Tugasnya Yang Membawa Perubahan, Pemimpin Adalah Sosok Yang Akan Dilihat Dan Diawasi Oleh Banyak Pasang Mata, Pemimpin Bukan Hanya Bekerja Untuk Membawa Negara Atau Daerahnya Di Mata Dunia, Namun Juga Melayani Rakyat Yang Sudah Menggantungkan Harapan Besar Akan Kepemimpinannya.”Ujar Sumardi,SIP PK Golkar Putri Hijau Dan Mantan Kades Desa Air Petai 2 Priode ini Saat Di Kunjungi Wartawan Media Buser Di Kediamanya.

Pemimpin itu Pelayan, Pemimpin itu Kuasanya Di Tangan Rakyat, Pemimpin itu Adalah Sosok Yang Dipercaya Rakyatnya Untuk Membawa Negara Atau Daerahnya Dalam Perubahan Yang Lebih Baik.

Pemimpin idaman Merupakan Seseorang Yang Mampu Membawa Perubahan Tanpa Adanya Kebohongan alias Ada Bukti Atau Aksi Nyatanya, Bukan Yang Memerintahkan Saja, Adil Dan Bijaksana, Toleransi Dan Bertanggung Jawab, Membawa Perkembangan, Perubahan Dan Pembangunan Ke Arah Yang Lebih Baik.”Ujar Sumardi, S.IP ini.

Lantas, Bagaimana Dengan Wakil Rakyat Yang Juga Menjadi Objek Yang Akan Dipilih Juga Saat Pemilu Tiba..?

Aku Nggak Kenal, Gimana Bisa Percaya Dan Memilih..? Mending Golput Kan?,”Kata Sumardi Dalam Canda Guraunya Di Depan Para Tamu Dan Kaula Muda Di Kediamannya.

So What? Kalau Gak Kenal Maka Kenalan Lah, Stalking idol Aja Yang Jauh Di mata Mau, Yakali Stalking Calon Wakil Kita Tidak Mau?

Terus, Wakil Rakyat itu Sebenarnya Perbedanya, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Dan DPD itu Apa Sih.?

Menurut UU no 17 Tahun 2014 Pasal 67 DPR Terdiri Atas Anggota Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Yang Yipilih Melalui Pemilihan Umum. Selanjutnya Pada Pasal 68 Dinyatakan Bahwa DPR Merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Yang Berkedudukan Sebagai Lembaga Negara.

Dalam Pasal 246 Dinyatakan Bahwa DPD Terdiri Atas Wakil Daerah Provinsi Yang Dipilih Melalui Pemilihan Umum. Selanjutnya Pada Pasal 247 Dinyatakan Bahwa DPD Merupakan Lembaga Perwakilan Daerah Yang Berkedudukan Sebagai Lembaga Negara.

Dalam Pasal 314 Dinyatakan Bahwa DPRD Provinsi Terdiri Atas Anggota Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Yang Dipilih Melalui Pemilihan Umum. Selanjutnya Pada Pasal 315 Dinyatakan Bahwa DPRD Provinsi Merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Yang Berkedudukan Sebagai Unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah Provinsi.

Salah Satu Tugas Dari Wakil Rakyat Yang Tertera Di Dalam UU No 17 Tahun 2014 Adalah Menyerap, Menghimpun, Menampung, Dan Menindaklanjuti Aspirasi Masyarakat.

Jadi, Boleh Kan Untuk Mengatakan Bahwa Wakil Rakyat itu Media Masyarakat Dalam Menyapaikan Aspirasi?

Aspirasi Rakyat itu Selalu Ada, Hanya Saja Perlu Dipahami Bahwa Tidak Semua Rakyat Berani Dengan Lantang mengatakan Aspirasi, Tidak Banyak Masyarakat Yang Berani Menyuarakan Suaranya Tentang Keluhan Keluhannya. Masyarakat itu ada Ribuan dan Pasti Semuanya Memiliki Keluhan, Hanya Saja Kebanyakan Di antara Mereka Merasa Enggan Menyuarakannya. Dalam Hal ini Lah Merakyat itu Berperan, (BUKAN DUDUK MANIS) Menunggu Surat Aduan Atau Menunggu Aksi Demonstrasi Dan Orasi Orasi Yang Terkadang Berakhir Dengan akhir yang Tidak Diinginkan. Sebelum Diprotes Bukankah Lebih Baik Melakukan Observasi Kemudian Mencari Solusi Dari Permasalahan Berdasarkan Data Dan Fakta di Lapangan.” Pungkas Sumardi.

(ThomasBuser.Bkl)