Pemalang – Pemilik lahan PG Sragi kekeh meminta untuk bongkar bangunan warung liar yang berdiri di lahan miliknya di kawasan Comal Baru, Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Pemalang. Pasalnya bangunan warung tersebut kerap digunakan ajang prostistusi.
Fajar Nurahman selaku ketua tim aset PG Sragi mengatakan, warung yang sudah berdiri di lokasi itu agar segera dibongkar semua, karena kata dia, PG Sragi akan membuat shelter-shelter UMKM ditempat itu.
“Kami (PG Sragi) upayakan beri waktu satu bulan dari sekarang untuk bongkar. Tidak ada yang tidak dibongkar intinya steril,” kata Fajar usai sosialisasi di Pendopo Kecamatan Ampelgading. Kamis 3 Noveber 2022.
Deadline yang diharapkan PG Sragi, menginginkan sebelum akhir tahun 2022 ini pembangunan shalter-shalter UMKM sudah jadi.
Fajar menuturkan, pembongkaran diupayakan secara sukarela terlebih dahulu dengan kesadaran mereka untuk bongkar. Namun apa bila ada yang melawan PG Sragi akan melangkah ke Pengadilan.
“Secara kesadaran dulu, tapi jika ada yang melawan, langkah terahir kita melalui pengadilan perdata,” tuturnya.
Sementara, atas nama Pendamping Warung Comal Baru Andi Rustono menyampaikan, tidak pernah mengakui tanah tersebut miliknya. Menurut Andi, warung di Kawasan Comal Baru itu tidak semuanya untuk perbuatan prostitusi.
“Tidak bisa mempresentasikan berapa persennya, yang jelas lebih bananyak daripada yang tidak,” bebernya.
Lanjut Andi, sebenarnya yang penting mereka (PG Sragi) ada konsep terlebih dahulu dan konsep itu seperti apa.
“Dari dulu kan katanya untuk income, dan kami juga siap untuk memberikan kontribusi sesuai yang mereka (PG Sragi) terapkan,” pungkasnya.
Penulis : Sutarmo







