Bengkalis-Buseronlinnenews.com. Dalam rangka peningkatan kualitas data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui lintas batas negara dengan memanfaatkan metode perhitungan mobile Positioning Data (MPD). Oleh tim Kemenparekraf/Baparekraf .Pemerintah Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Terima Kunjungan Resmi dari Kememtrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekaf/Baparekraf ). Bertempat di gedung Balai pertemuan kantor Desa JL. Sudirman Desa Teluk Pambang pada hari Rabu Pukul 10.30 wib. (21/08/2024)
Kunjungan rombongan Kementerian tersebut terdiri dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif/Badan Pariwisata ekonomi kreatif (Kemenparekaf/Baparekraf), Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jendral Imigrasi,Badan Riset Inovasi Nasional ( BRIN ) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPB).
Adapun kedatangan Kementerian dan rombongan tersebut dikawal langsung oleh Kapolsek Bantan AKP. Said Mohammad Ali Hanafiah berserta Jajaranya sampai dengan acara selesai. Maksud dan tujuan kunjungan Tim Kememtrian Pariwisata tersebut adalah dalam rangka melaksanakan pendataan wisatawan asing yang masuk kedesa Teluk Pambang khususnya Kabupaten Bengkalis.
PJ, Kades Teluk Pambang Sariono yang didampingi oleh Sekertaris Desa Marhadi dalam wawancaranya Kepada media ini menyampaikan bahwa kedatangan kunjungan Kememtrian Pariwisata kedesa Teluk Pambang adalah mengenai pendataan wisatawan asing yang datang kedesa. Dikatakannya untuk wisatawan asing itu tidak ada. Kalau Adapun kemarin ketika Restorasi Mangrove pihak yayasan bekerja sama dengan pihak luar yang akan berinvestasi menjadi donor datang ke Desa Teluk Pambang dalam rangka Restorasi mangrove. Hal inilah yang dilakukan oleh Tim Kememtrian Pariwisata untuk melakukan pendataan apakah orang-orang itu ilegal atau Legal.
Sariono juga menyampaikan semua kelengkapan legelitas para pendatang tersebut Dokumen-dokumen yang ada sebelumnya sudah dikonfirmasi dan terkait identitas orang tersebut semuanya memang legal atau sah sesuai aturan perundang-undangan. Beliau juga menjelaskan inti kedatangan Kementrian pariwisata dan balai Stistik Pusat termasuk dari birokrasi Pariwisata, serta Imigrasi jawabnya sama bahwa untuk wisatawan yang datang ke desa khusus nya wilayah Pulau Bengkalis tidak ada yang ilegal baik yang datang dari Luar ataupun dari dalam. Jelasnya.
Mengenai lingkup perekonomian di wilayah Desa teluk Pambang baik yang datang dari wilayah Kecamatan Bengkalis maupun yang datang dari Malaysia ke Desa Teluk Pambang datangnya secara resmi .Kedatangan mereka itu merupakan kunjungan keluarga. Sebab warga masyarakat Desa Teluk Pambang rata-rata anak-anaknya kebayakan tinggal di Negara jiran Malaysia. Jadi yang datang ke desa Teluk Pambang itu adalah resmi kunjungan keluarga atau mengunjungi orang tua. Hal inilah yang menjadi Referensinya. Untuk itulah tim Kementerian pusat datang melakukan kunjungan menindak lanjuti Temuan-temuan yang sifatnya wisatawan. Akan tetapi sesuai permintaan data dan keterangan yang diinginkan sudah disampaikan dan sudah diterangkan alhamdulillah tidak ada masalah.Jelas Sariono.
Lebih jauh PJ kades Sariono menjelaskan bahwa disamping referensi kedatangan tim Kementerian pusat ke wilayah Desa Teluk Pambang adalah untuk menertipkan wisatawan asing agar pemerintah Desa, Kecamatan ataupun Kabupaten betul- betul bisa mengidentifikasi wisatawan asing atau pendatang yang hadir keluar masuk ke wilayah Pulau Bengkalis.
Oleh karena itu dengan adanya pendataan yang falid maka pemerintah dapat meminimalisir kedatangan wisatawan yang sifatnya ilegal, Seperti diketahui bersama bahwa untuk wilayah Desa Teluk Pambang khususnya di pulau Bengkalis untuk wisatawan asing adalah ilegal baik yang datang maupun pergi memang tidak ada. Ujarnya.
PJ kades Sariono juga mengatakan wilayah Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Negri Jiran Malaysia dengan perjalanan Laut lebih kurang satu setengah jam.Maka identifikasi nya adalah warga negara asing yang datang salah satunya berasal dari Belanda dan, Tokyo Jepang, Korea dan India.Melalui Dokumen pasport yang ada maka Keberadaan mereka terditeksi. Oleh sebab itulah Tim Kementerian berkunjung ke Bengkalis. Hal ini pun sudah kami paparkan bahwasanya tujuan mereka datang dalam rangka restorasi Mangrove yang sebelum nya sudah ada kerja sama dengan pihak ketiga.imbuhnya.
Liputan : wintoro








