Buseronlinenews.com-Berputarnya waktu, berjalannya musim kemarau ( panas ), tahun – ketahu, hari – kehari, dimulai nya tahun 2023 – 2024 ini sampai saat ini masih banyak para pengelola tambak garam mengambil air tua milik PT GARAM III SAMPANG, tiap hari ber-operasi memakai benda pralon yang mengelabui pandangan warga sekitar pemukiman wilayah kec. Pangarengan, sehingga kepala PT GARAM III SAMPANG tutup mata, tutup telinga, sehingga seorang tokoh dari warga desa ragung sangat begitu geram terhadap oknum yang masih mengambil air tua.
Dengan hormat bapak KABIRO SAMPANG media SKM BUSER, saya pribadi merasa malu terhadap PT GARAM, karena di tahun 2023 waktu mengambil air tua milik PT GARAM III sampang, dibongkar di potong pakai gergaji pralon pralon punya saya juga punya warga yang membelinya, disikat habis – habisan oleh kepala PT GARAM III sampang bersama tim keamanan nya.
Kenapa ber-awal di tahun 2024 atau ber-awal dimusim kemarau ( panas ), masih banyak pralon – pralon milik pengelola tambak garam ( orang berduit ) itu, tidak pernah diotak – atik pralon maupun mesin klonor yang tiap hari ber-operasi mengambil ( menyedot ) air tua milik PT GARAM. Ungkapan H MUNALI.
Gimana saya tidak geram kepada kepala PT GARAM III sampang ini maupun kepada DIREKTURnya, sehingga mengecam kepada orang – orang yang masih mengambil air tua, malu sangatlah malu saya kepada PT GARAM sehingga sulit untuk kordinasi kepada pihak PT GARAM III SAMPANG.
H MUNALI selaku tokoh dari desa warga ragung, hanya bisa kordinasi kepada KABIRO media SKM BUSER sampang, dan melaporkan masih banyak skandal air tua dipegaraman sampang ini. Sayapun berhenti dalam mengelola udang, saat itu waktu dipotongnya pralon kerugian mencapai 175.000.000.00 ( seratus tujuh puluh lima juta ) rupiah, karena udang yang saya kelola diwaktu itu setelah berhenti mengambil air tua milik PT GARAM III sampang, udang semuanya mati ludes, karena sudah tidak bisa mengambil air itu lagi.
Kenapa diawal paninnya garam dipegaram III SAMPANG ini masih ada yang mengambil atau pralon – pralonnya aman – aman saja, beserta mesin klonor yang setiap hari nya ber-operasi mengambil ( menyedot ) air tua milik PT GARAM III sampang ini, jujur bapak KABIRO saya merasa kesal dengan pilah pilihnya kepala PT garam III sampang ini. Lanjut MUNALI.
Disaat pemberitaan sama pak KABIRO diluncurkan kembali permasalahan pencurian/pengambilan air tua milik PT GARAM III sampang, langsung ada yang nelfon lewat via whatsapp cuman keberadaan saya berada di tempat ramai jadi tidak bisa saya angkat telfon via whatsapp sempat diangkat cuman tidak kedengeran, sehingga mengirim pesan atau chat whatsapp dengan kosakata bertanya. *( Ada brita coba di cek bener ya ji monali ngasih laporan ke media seperti itu )*. Itu kosakata bahasanya saya teruskan kepada KABIRO sampang.
Tuturnya H munali, kepada KABIRO sampang…
Biro sampang menanyakan kepada pelapor ( H MUNALI ). ada apa kenapa dengan pemberitaan itu, memangnya siapa yang telfon?…
H MUNALI menjawab: H. U. dia mengirim chat whatsapp bertanya kepada saya, saya share kosakata dari H. U.
( Ada brita coba di cek bener ya ji monali ngasih laporan ke media seperti itu ).
Pewarta : ROSIKIN BIRO








