Buseronlinenews

Mulai Terkuak Dugaan Potongan Uang Fee Anggaran Publikasi Di Sekwan Dprd B/U

BENGKULU UTARA : Dugaan Potongan Uang Fee Anggaran Publikasi Sebesar 6,6 Miliar Di Sekretariat DPRD Bengkulu Utara Mulai Terkuak.

Tim investigasi Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Komando Garuda Sakti (KGS) DPC kabupaten Bengkulu Utara Juga Mendapatkan Data Uang Hasil Potongan Fee Diduga Direncanakan Akan Digunakan Sebagai Dana Taktis Sekretariatan Dan Menyelesaikan Utang.

Ponco Mujiharjo Selaku Ketua DPC LAI KGS Kabupaten Bengkulu Utara Menjelaskan Sumber informasi Terpecaya Atau A1, Dirinya Mendapatkan informasi anggaran tersebut telah dibagi dalam dua rekening khusus diluar kegiatan publikasi umum yang biasa digunakan sekretariatan DPRD Bengkulu Utara yakni parlementaria. Dan uang ini diduga merupakan uang buruan anggota dewan yang kerap disebut pokir.

“Ada kejanggalan memang, diantaranya 6,6 miliar itu berada di rekening khusus diluar kegiatan publikasi biasanya atau biasa disebut parlementaria. Kenapa ada direkening isinya perjalanan dinas, Lalu data yang kita terima, bahwa uang potongan fee ini akan digunakan sebagai anggaran dana taktis dan untuk menyelesaikan utang, babak inilah yang seru,”Papar Ponco Mujiharjo.

Ponco Mujiharjo menyebutkan pihaknya saat ini fokus dengan proses perencanaan dan ketok palu yang dilakukan beberapa waktu lalu terhadap anggaran tersebut, karena anggaran 6,6 miliar tersebut merupakan penambahan yang belum diketahui dasar penganggarannya dan dirinya mengklaim telah menemukan bukti dan data kemana aliran potongan fee tersebut akan disalurkan.

“Kita jalankan dulu fungsi kontrol sosial kita. Ini menarik sekali rencanya uang akan digunakan untuk dana taktis dan untuk selesaikan utang. Berarti uang ini harus dicairkan dan dipotong karena kalo tidak utang yang masih dalam penelusuran kita ini akan menjadi masalah baru loh. Kita lihat saja nanti berani tidak sekwan cairkan tanpa potongan fee atau tidak sama sekali tidak cairkan 6,6 Milyar itu,” Kata Ponco Mujiharjo.

(TeamBuserBkl)