Buseronlinenews

Mood tenaga pendidik mempengaruhi prestasi peserta didik?

Buseronlinenews.com – Suasana hati atau lebih di kenal dengan mood, merupakan suatu istilah yang sering digunakan, untuk menyatakan suasana atau keadaan hati yang di rasakan oleh seseorang dalam kurun waktu tertentu. Mood terkadang akan mempengaruhi seseorang dalam melakukan aktivitas nya. Ada orang karena mood nya sedang baik, sehingga dari yang awalnya orangnya suka bermalas-malasan atau istilah anak muda sekarang mager, jadi lebih rajin, misalnya dalam hal membersihan lingkungannya. Ada juga sebagian orang yang awalnya rajin membereskan segala hal, tapi karena satu hal ada yang membuat moodnya jadi jelek sehingga mengakibatkan ia jadi malas dalam melakukan apa pun.

Mood tidak hanya di rasakan oleh para kalangan muda tapi juga orang tua, begitu juga dengan tenaga pendidik. Para tenaga pendidik seringkali mengalami perubahan mood yang lumayan drastis. Ini bisa terjadi karena seorang tenaga pendidik seperti guru maupun dosen tidak hanya mengajar di satu kelas saja. Terkadang para tenaga pendidik dapat mengajar dua sampai tiga bahkan empat kelas dalam sehari, terutama tenaga pendidik yang mengajar di tingkat yang lebih tinggi, seperti SMA atau perguruan tinggi. Waktu dalam mengajarnya pun per satu mata pelajaran itu tidak sedikit, ada yang 40-50 menit permata pelajaran, dan setiap kelas itu juga terkadang untuk satu mata pelajaran terdapat 2-3 les atau SKS dalam sehari. Yang artinya setiap mata pelajaran seorang tenaga pendidik dapat 120 – 150 menit dalam satu kelas. Itu hanya masih dalam satu kelas lain lagi dengan kelas berikutnya.

Di karenakan waktu mengajar yang begitu lama maka akan mempengaruhi mood tenaga pendidik. Hal ini juga pasti akan berdampak pada cara mengajarnya dan prestasi peserta didiknya. Akan tetapi dapatkan seorang tenaga pendidik terus mengikuti keadaan moodnya? Itu merupakan hal yang harus di pertanyakan. Karena jika seorang tenaga pendidik terus mengikuti mood nya yang lebih ke arah negatif pasti akan sangat memberikan pengaruh yang begitu besar pada para peserta didik nya terutama prestasi dan mentalnya.

Jika mood tenaga pendidik terganggu dapat di lihat dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya seperti (1) Mengajar pada mata pelajaran terakhir, (2) peserta didik yang sulit mencerna mata pelajaran, walau sudah berulang di jelaskan, (3) Peserta didik yang tidak mengerjakan tugas yang telah di berikan , (4) Suasana kelas yang tidak kondusif, seperti kelas kotor atau peserta didik yang tidak dapat di ajak kerja sama, (5) Adanya masalah dalam keluarga, (6) adanya masalah pribadi atau masalah dengan sesama tenaga pendidik, dan hal lainnya.

Hal yang sangat besar yang dirasakan oleh seorang peserta didik jika mood tenaga pendidik sedang tidak baik seperti, hasil tugasnya yang di nilai tidak semestinya, bahkan di bandingkan dengan yang lain dan tidak ada penghargaan sedikitpun. Mental peserta didik pun akan terganggu karena mood tenaga pendidiknya yang kurang baik, karena di saat peserta didiknya ingin bertanya tenaga pendidik marah atau tidak menggubris pertanyaannya , maka kedepannya peserta didik tersebut pun akan merasa takut untuk bertanya.

 

Pada dasarnya masalah mood tenaga pendidikan ini merupakan masalah yang cukup serius dalam dunia pendidikan. Karena jika seorang tenaga pendidik moodnya kurang baik pasti akan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kegiatan mengajarnya dan mempengaruhi prestasi peserta didiknya.

Masalah mood ini memang hal yang tidak terlalu di perhatikan oleh khalaya umum, namun hal mood-mood tan ini merupakan masalah yang perlu di perhatikan. Karena jika masalah mood tenaga pendidik ini terus di biarkan akan memberi dampak yang besar bagi hasil prestasi peserta didiknya. Terutama jika yang menyangkut yang membuat mood tenaga didik tersebut rusak adalah masalah pribadiya, karena menurut saya, sebagai tenaga pendidik itu harus bisa profesional. Apapun masalahnya tapi jika sudah di dalam kelas harus bisa mengajar dengan baik.

Beberapa hal yang dapat di lakukan dalam mengatasi masalah mood menghindari permasalahan yang muncul di tengah para tenaga pendidik dan keluarga. Sebagai peserta didik, dapat dilakukan dengan berusaha menyelesaikan setiap tugas-tugas yang di berikan, dan membuat suasana kelas tetap kondusif.