Cianjur – Ada kasus menggelitik di Cianjur, gara – gara permintaan seorang oknum wartawan meminta sejumlah Uang x 156 SMK mengacam akan terus mengangkat pemberitaan.
Menurut IS selaku Wakil Ketua MKKS yang menjadi tumbal tidak perlu terjadi, sebab sudah jelas ” iuran sekolah bukan mengambil dari dana BOS BPMU ” karena setiap organisasi ada iuran jelas IS kepada Online BUSER, Selasa 19/3 2024.
Kasus yang sebenarnya tidak ada tapi menjadi muncul dalam pemberitaan.
Berawal dari obrolan biasa antara oknum Wartawan dengan Wakil Ketua MKKS, IS ihwal pertanyaan dugaan adanya iuran dari masing – masing sekolah yang diambil dari dana BOS dan BPMU, IS selaku Wakil Ketua MKKS ketika itu menjawab dengan gamlang, ” dana tersebut bukan diambil dari dana BOS dan BPMU, karena menyalahi aturan, untuk kepentingan organisasi, begitu jawaban IS selaku Wakil Ketua MKKS, namun muncul dalam pemberitaan online l secara tidak utuh, tapi di split dan keluar dari penjelasan, sehingga menyudutkan bahkan berbalik fakta.
Namun seiring waktu, oknum Wartawan di jembatani oleh salah satu kepala sekolah IS selaku Wakil Ketua dengan meminta agar setiap SMK – sebanyak 156 sekolah — di minta sejumlah uang, namun keinginan oknum wartawan tersebut di tolak karena akan menjadi beban buat sekolah.
Selang seminggu muncul lagi pemberitaan terbaru dengan judul ” Rapor merah Disdik Jabar di telanjangi oknum satuan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta”, isi tulisan masih mengulas persoalan awal, namun ditambah dengan adanya pemberitaan salah satu SMK izin fiktip.
Dengan tidak merasa malu oknum wartawan mengancam akan terus memberitakan kalau keinginannya tidak di akomodir.
(Ronk.p,)







