Kapuas – KAPUAS hilir bagian daerah yang dekat dengan bantaran sungai yang rata – rata struktur tanahnya lunak dan berair atau bisa dikatakan daerah rawa, sarana – prasarana sangat perlu dibangun untuk menunjang kepentingan masyarakat yang pembangunannya disesuaikan dengan situasi lingkungan tempat objek pasilitas yang di bangun agar bertahan dan berdayaguna yang lama dan lebih – lebih tentang keselamatan masyarakat sebagai pengguna pasilitas tersebut.
PERADABAN saat ini situasi daerah rawa bukan halangan bagi pemerintah untuk membangun kontruksi badan jalan yang bertahan dan berdayaguna yang lama serta tidak lupakan keselamatan pengguna jalan bisa kita lihat begitu banyak kontruksi badan jalan yang dibangun oleh pemerintah di daerah rawa bisa bertahan dan berdayaguna yang lama dengan menggunakan material yang diciptakan manusia (Produk Pabrik Geotextile, red) di peradaban modern saat ini yang sipatnya sebagai penyaring, pemisah dan stabilisator yang dimana kedepannya kontruksi jalan yang di bangun tidak amblas dengan mudah.
KAPUAS hilir kabupaten Kapuas provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di jalan desa Budi Mufakat – Terusan Karya yang sangat jelas sekali dekat dengan bantaran sungai dengan struktur tanah rawa dibangun badan jalan yang diduga tanpa gunakan Geotextile oleh pelaksana pekerjaan (CV. Fadilah Jaya, red) walaupun papan proyek tidak ditemukan dipasang dilokasi pekerjaan serta Stom mini sebagai pasilitas peralatan yang digunakan sampai awal tahun anggaran 2024 yang saat ini berjalan, informasinya dananya begitu besar Rp. 1.618.567.095,- yang bersumber dari APBD TA. 2023 kabupaten Kapuas.
DIKAN perwakilan CV. Fadilah Jaya saat di jumpai dikantornya oleh Buseromlinenews (6/1) ketika dikonfirmasi pelaksanaan pekerjaan jalan desa Budi Mufakat – Terusan Karya, Dikan menerangkan bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai RAB dari PUPRPKP kabupaten Kapuas, sambil meminta agar Buseronlinenews jangan memberitakan.
(Hy4n/Mr. Boen 024) Kalimantan








