Kepala Desa Sisordak Sudi Hartono Purba membuka lahan kosong dan membentuk lahan percontohan pertanian tepatnya di Desa Sisordak Kec Parmonangan .
Kebun percontohan tersebut sengaja dibuat sekaligus mengedukasi para warganya agar lebih giat memamfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif guna meningkatkan perekonomian masyarakat dari hasil pertanian .
Kegiatan ini sekaligus mendukung program dari visi dan misi Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan Msi menjadikan Tapanuli Utara menjadi lumbung pangan .
Baru baru ini Kepala Desa Sisordak di tengah lahan pertanian yang dibukanya didampingi uspides ( uspika Desa ) menjelaskan bahwa dirinya sengaja membuka lahan kosong tersebut menjadi lahan pertanian , tujuan utamanya mengedukasi agar warganya bisa melihat lahanya , yang mana dulunya tidak menghasilkan apa apa , namun setelah di kelola bisa menghasilkan yang berdampak positif terhadap perekonomian .
Dalam lahan percontohan tersebut di tanami tanaman tompang sari , yang mana disamping tanaman sayur mayur juga ditanami tanaman tua seperti jeruk dan kopi .
Konteks dari tanaman tompang sari tersebut menurutnya sengaja dibuat guna agar tidak memberatkan para petani yang tidak memiliki modal , juga mengantisipasi saat harga pasar menurun , jadi tidak serta merta di waktu harga hasil pertanian menurun hasil pertanian juga rugi .
Sudi hartono menerangkan sejak dibuka lahan tersebut sudah beberapa kali panen , sayur mayur dan cabe , namun menurutnya tidak menggunakan pupuk kimia tapi menggunakan pupuk kompos , yang di hasilkan dari ternak yang juga berada dilokasi lahan pertaniannya , yaitu ternak Kambing dan B2 .
Sudi Hartono mrnuturkan kalau dirinya mengolah pupuk kompos di lahan pertanianya juga berharap kiranya warganya bisa mencontoh hal tersebut terutama yang ingin bertani , dimana selain mengirit biaya juga menghasilkan tanaman yang lebih menjamin kesehatan buat yang mengkomsumsi ujarnya .
Tingginya harga pupuk kimia sangat berpengaruh pada petani , apalagi petani yang sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia , dan tak jarang sebagian para petani enggan bertani dengan alasan harga pupuk tidak sesuai dengan hasil pertanian .
Itulah kita jadikan pengolahan kompos ini yang mana diolah dari kotoran ternak . Kiranya para warga saya bisa bertani dengan menggunakan pupuk kompos tampa mengandalakan pupuk kimia maupun pupuk subsidi dari pemerintah , apalagi saat ini harga pupuk kimia sangat mahal dan langka. Dengan menggunakan pupuk kompos tidak mengurangi hasil pertanian. Selain mengirit biaya di tengah mahalnya harga pupuk juga lebih berdampak positif terhadap kesehatan dan meneruskan filosopi para nenek moyang suku Batak “Gabe na niula sinur napinahan” ujar Sudi Hartono Purba .
Ref : (TGR N )







