Buseronlinenews.com Pemalang Jawa Tengah- Pondok Pesantren (ponpes) Bina Madani Moga, adalah salah satu pondok pesantren di Pemalang selatan yang mencetak generasi muda penghafal Al-Quran, Pesantren yang terbilang baru ini, sudah mencetak sedikitnya 20 santri penghafal Al-Quran.
Yang menarik di pesantren Bina Madani Moga, Dusun Krajan barat, Desa Banyumudal Kecamatan Moga, santri atau orang tua santri tidak usah pusing terkait biaya, karena biaya keperluan santri selama II (dua) tahun tidak di pungut biaya alias gratis. kemudian selain mengajarkan ilmu agama, juga di ajarkan ilmu Wirausaha seperti, beternak lebah madu, beternak lele, pelatihan budidaya lobster, ayam, berkebun, hidroponik, budidaya nanas madu, dan banyak kegiatan lainya.
Tentu bukan tanpa alasan, menurut pendiri ponpes Bina Madani dr. H.Mahrus Achid, sekaligus sebagai pembina yayasan harapan umat mulia, agar santri yang belajar di pesantren, bukan hanya memperoleh ilmu agama, tapi juga di bekali dengan berbagai ketrampilan, yang nantinya bisa bermanfaat untuk santri, setelah pulang dari menimba ilmu di pesantren.
Kepada awak media Buser, Senin (14/11/2022) dr. H Mahrus Achid, sedikit mengurai tentang pesantren yang iya dirikan, iya juga menjelaskan prihal biaya operasional dan kebutuhan pondok, serta honor untuk ustadz yang rata-rata lulusan luar negri,
“Alhmdulilah terwujudnya cita-cita saya untuk mendirikan pesantren ini adalah wasiat dari orang tua saya, yang berkeinginan untuk mendirikan pondok pesantren, sehingga saya berusaha supaya bisa mewujudkannya”. Ucapnya.
Kemudian masih menurut pria berilmu namun penuh dengan kesederhanaan, selanjutnya memaparkan prihal pembebasan biaya pondok pesantren, seperti, asrama, air, makan, bahkan biaya pendidikan, alias gratis.
“Betul untuk santri yang mondok di sini, saya gratisan, saya sudah menyiapkan, lahan yang saya tanami sekitar 500,000 nanas madu, dan hasil dari penjualan buah nanas madu, di gunakan untuk biaya keperluan pondok. Kemudian santri di sini juga kami ajari berbagi keterampilan serta Wirausaha, seperti, pertanian, peternakan, harapan kami ketika santri pulang dari pondok sudah bisa mandiri”. Terang pemilik klinik kesehatan, di kecamatan Moga, dengan senyum khasnya.
(Sutarmo)







