Buseronlinenews

Dompet Dhuafa Mengadakan Kegiatan Gala Harapan Jiwa Untuk Proses Penyembuhan ODGJ

Bogor- Kegiatan Gala Harapan Jiwa.Dilaksanakan di Pondok Kapilih.Desa Pancawati.Kecamatan Caringin.Kabupaten Bogor,(12/11/24). Dompet Dhuafa Sangat peduli dengan ODGJ.Karena kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik,namun sering kali terabaikan.Disabilitas mental adalah kondisi yang mempengaruhi cara seseorang berpikir,berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain.Penyandang disabilitas mental sering kali mengalami kesulitan dalam mengelola emosi,membuat keputusan dan mengekspresikan perasaan.Banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih mengalami stigma dan diskriminasi.Hal ini kerap menghambat proses pemulihan mereka serta menciptakan perasaan terisolasi.Beberapa contoh umum dari disabilitas mental meliputi gangguan bipolar,depresi,gangguan kecemasan dan skizofrenia.

Keterbatasan ruang bagi ODGJ untuk berinteraksi serta mendapatkan dukungan sosial semakin memperburuk kondisi mereka sehingga sangat penting bagi kita untuk menciptakan ruang yang aman dan inklusif bagi mereka.

Direktur, Program Sosial Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa,”Ahmad Shonhaji, Mengatakan” Bahwa kegiatan Gala Harapan Jiwa,kali ini di ikutsertakan pendamping juga mitra-mitra rehabilitasi untuk membantu saudara-saudara kita,dalam proses penyembuhan disabilitas mental.Kalau peserta sekarang berjumlah 91,yakni terdiri dari para pendamping juga peserta dalam proses penyembuhan,kegiatan ini kita laksanakan karena sudah bermitra sebelumnya,untuk membangun kekuatan sinergi dalam proses kepedulian dan kebersamaan.Agar terus menjalin sinergi serta silaturahmi untuk saling mengutkan para pendamping, pembina dan juga panti-panti rehabilitasi untuk disabilitas mental,jelas nya.

Lebih dalam,Ahmad Shonhaji,Mengucapkan”Kami slalu berkordinasi kepada para mitra panti-panti rehabilitasi untuk memberikan life skil agar dapat mencapai peningkatan kualitas hidup mereka dan menjalani hidup yang lebih baik serta bermakna di masyarakat .Kami mengajak seluruh komponen masyarakat,lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan,serta lembaga-lembaga zakat, dan saya berharap kepada pemerintah untuk berkontribusi agar memberikan perhatian yang penuh kepada para sahabat-sahabat mitra kita yang mereka sudah mengorbankan waktu,tenaga dan pikiran dalam memberikan kepedulian kepada proses penyembuhan disabilitas mental,tuturnya

Masih kata”Ahmad Shonhaji” kegiatan ini ada berbagai acara, yakni “Pembacaan ayat suci Al Qur’an,menyanyikan lagu Indonesia Raya,perkenalan para peserta,arahan pengawas YSMI, Pemaparan materi strategi pendamping ODGJ, dari krisis menuju pemulihan,pemetaan, juga ada lomba estafet air,senam pagi dan game. Inti nya biar mereka pada senang dan bahagia,papar nya.

Di sisi lain banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang cukup tentang kesehatan mental.Minim nya edukasi ini memunculkan ketakutan atau penilaian yang salah terhadap ODGJ.

Gala Harapan Jiwa ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan hiburan,tetapi juga merupakan langkah nyata untuk membangun solidaritas,empati serta kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental.Harus dengan melibatkan berbagai pihak,terutama dari pemerintah,komunitas sosial,juga masyarakat umum.Agar dapat menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.

Dalam kegiatan ini mitra-mitra yang ikut hadir berbagai macam yayasan, yakni” Yayasan majlis dzikir darul iman Tangerang Banten,RS,Soeharto Herdjan,Yayasan Al Fajar berseri, Kabupaten Bekasi,Yayasan Darul Mitahudin,Yayasan Galuh Bekasi,Yayasan Jiwa Layang,Jakarta Pusat.Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia,Jakarta Timur.Yayasan Darul Miftahudin Mulia Bogor. Yayasan Pulih Jiwa Cianjur.Jamrud Biru Bekasi.GMC.Yayasan Hikma Syahadah Tigaraksa,Tangerang dan RS, Marzoeki Mahdi Bogor.

Di Indonesia orang dengan disabilitas mental dikenal sebagai orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan di lindungi oleh undang-undang kesehatan jiwa No.18 Tahun 2016. Kesehatan mental dan pemulihan ODMK harus dengan berbagai dukungan sosial dan komponen masyarakat.Walaupun tidak bisa sembuh sepenuhnya,tetapi dengan penanganan yang tepat gejala dapat diredakan.Kendala ODGJ untuk menjalani hidup normal,terutama berinteraksi dengan masyarakat karena ada rasa takut menerimanya.

(Rifwan)