BuseronlineNews.com // Bartim Kalteng – AMAN Bartim Melakukan SOSIALISASI PEMETAAN PARTISIPATIF WILAYAH ADAT ( PPWA ) di Desa Haringen yang mana kegiatan tersebut di hadiri beberapa Komunitas yakni Komunitas Haringen, komunitas Tamiang Layang, komunitas Jaweten , komunitas Gumpa, komunitas Didi , komunitas Jaweten dan Komunitas Tampa rata2 yg mewakili adalah Tokoh Adat Setempat Pangulu, mantir serta Tokoh adat dari Komunitas Masing Masing tumpuk. 3/11/2024.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Haringen dilanjutkan Ketua PD Aman Barito Timur Agus Harianto dan Ketua PW Kalteng Ferdi Kurniant.
,” Saat di wawancarai awak media Ketua PW Kalteng Ferdi Kurniant menurutnya ,” Acara ini . bertujuan membantu Komunitas untuk Pra pelatihan Pemetaan Partisipatif, Sosialisasi Pemetaan Partisipatif ini disambut baik peserta Sosialisasi karena mereka sangat memahami pentingnya Pemetaan Partisipatif wilayah Adat dikomunitasnya.” Ujar Ferdi.
Diterangkan Ferdi ,” Karena Pemetaan itu sendiri merupakan Identitas dari komunitas sebagai acuan menghindari Perselisihan antara komunitas-komunitas yang bersambitan Pemetaan partisipatif memiliki beberapa manfaat diantaranya,
1. Memberikan gambaran visual tentang apa yang dianggap komunitas sebagai tempatnya
2. Menggambarkan fitur fisik alam, sumber daya, dan fitur sosial budaya yang diketahui oleh komunitas
3. Memungkinkan masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan peta
4. Membantu untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Membantu untuk mengenal bagaimana kehidupan masyarakat tersebut
5. Membantu untuk menemukan solusi terkait masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Tutur,” ferdi.
Di sisi Lain Ketua PD AMAN Barito Tinur Agus Harianto mengatakan ” Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai organisasi massa yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang dibentuk AMAN.
Lanjut Agus , proses pembuatan peta yang dilakukan oleh anggota masyarakat adat mengenai tempat/wilayah adat dimana mereka hidup (ruang hidup).” Katanya.
Sambung Agus Harianto “Metode ini menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam setiap ahapan proses pembuatan peta, karena masyarakat adat yang hidup di tempat itulah yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai wilayah adatnya.
Diungkapkan Agus,” Jadi, hanya mereka yang bisa membuat peta secara lengkap dan akurat mengenai sejarah, tata guna lahan, tata ruang wilayah, pandangan hidup serta harapan masa depan.
Agus juga menyampaikan , PPWA pada dasarnya adalah mendokumentasikan pengetahuan lokal Serta hubungan masyarakat adat dengan wilayahnya baik secara politik, social, ekonomi dan budaya.
Tegas Agus, Tantangannya adalah sistem warisan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat adat di Nusantara dilakukan dengan secara lisan (budaya tutur).
“Diucapkan Agus, Pengetahuan masyarakat adat diwariskan oleh leluhur mereka melalui cerita-cerita, syair, tembang, pantun, ritual adat dan budaya tutur lainnya.
Agus juga mengatakan, bahkan budaya mereka sebenarnya “tertulis” pada bentang alam, yang menunjukkan hubungan antara masyarakat adat dengan wilayah adatnya.
Namun,….Lanjut Agus, orang luar tidak dapat atau sulit untuk memahami hanya dengan melihat bentangan alam yang ada di wilayah adat, sehingga kurang menghargai pengetahuan masyarakat adat atas wilayahnya.
Diperlukan alat untuk mengkomunikasi pengetahuan masyarakat adat tersebut kepada pihak luar, salah satunya adalah “peta,” tutupnya Agus Harianto selaku Ketua PD Aman Barito Timur.
(Binaria)







