Buseronlinenews

SPBU Perusda, Rutin Audit

Buseronlinenews.com //2025 Kalteng – Sebagai kebutuhan masyarakat dari Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Batara Membangun milik Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah selalu memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

SPBU Perusda tersebut setiap tahunnya di lakukan audit baik dari Akuntan Publik dari Jakarta, Pertamina, bahkan dari BPK RI sebagai transparansi dari SPBU terang Estri bag. Akunting dan Ardi serta Marina pada hari senin 2/6/2025 terhadap wartawan BuseronlineNews.com.

Sesuai Perda Barito Utara Nomor 7 Tahun 2004 BAB X pasal 27 ayat (2) selambat-lambatnya 90 hari setelah berakhirnya tahun buku,Direksi menyampaikan Laporan Keuangan kepada Bupati melalui Badan Pengawas untuk mendapatkan pengesahan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba atau rugi tahunan setelah diaudit Akuntan Publik.

SPBU Perusda yang dikelola PT.Mitra Batara Sarana Mandiri selalu menyetor dana PAD terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara sebagai Pendapatan Asli Daerah(PAD) juga setiap tahunnya tambah Estri.

Dengan hasil Auditor pertamina juga SPBU Perusda dengan Nomor 64.738.06 telah memperoleh Grade Pasti Pas Good.

SPBU perusda juga telah memperoleh penghargaan.
1. Kategori penjualan pertamax terbanyak se-Kalimantan periode tahun 2022.
2. Penghargaan kategori peningkatan penjualan Dex Series terbanyak se-Kalimantan periode tahun 2024.
SPBU Perusda melayani 33 instansi Pemkab Barito Utara disamping masyarakat umum lainnya,jelas pihak management dikantor SPBU Perusda Muara Teweh.

Rata-rata penjualan 20 KL per hari terdiri dari Pertalite, pertamax, pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex.

Saat disinggung wartawan harga luaran atau di kios-kios sebesar Rp.13.000/liter Estri menanggapinya dengan memberitahukan terhadap masyarakat seandainya ada kekosongan bahan bakar jenis pertalite silahkan ke SPBU perusda karna BBM jenis pertamax hanya harga sebesar Rp.12.400/liter dan selalu ada.

Hal tersebut dijelaskan pihak SPBU tatkala ada kendala dalam angkutan tengki di jalan menuju Muara Teweh khusus pertalite ungkap Estri,dan tambahnya jika dibandingkan harga luar atau kios-kios lebih murah harga jenis pertamax di SPBU.

Dan untuk kedepannya kami akan melakukan publikasi langsung atas setoran atau pembayaran terhadap Pemerintah Daerah untuk Pendapatan Asli Daerah(PAD) khusus dari SPBU Batara Membangun di Kabupaten Barito Utara agar masyarakat mengetahui setiap kontribusi yang kami kelola dari SPBU Batara Membangun lanjut Ardi.

Satu sisi harga eceran bahan bakar jenis pertalite di kios atau luaran ditemukan harga berkisar sebesar Rp.13.000/liter sekitar kota Muara Teweh, apalagi di tingkat pedalaman tentu lebih tinggi dari dalam kota,hal tersebut membuat masyarakat juga menjerit sehingga meminta Pemerintah Daerah turun tangan terkait harga eceran luaran yang terjadi saat ini.

Salah satu masyarakat di Muara Teweh Barito Utara ibu rumah tangga wila mengatakan harga khusus jenis pertalite yang memang kebiasaan pemakaian masyarakat sangat melambung harga dikios ada harga sebesar Rp.13.000/liter bahkan ada harga Rp.15.000/liter saya yang beli pak pas motor saya habis minyaknya terang ibu tersebut dengan wartawan media BuseronlineNews.com.

Sementara kalau dilihat SPBU dan di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah hampir sekitar puluhan telah berdiri berdiri, pertanyaannya kenapa sering kali kosong dan langka BBM jenis pertalite sesuai kebiasaan dan kebutuhan masyarakat yang diperlukan sehari-hari justru itulah agar semua instansi terkait harus melakukan pengawasan ketat terhadap SPBU-SPBU yang ada di Muara Teweh Barito Utara.

(Buser Online ayb)