PATI – Wisata petik buah melon di Desa Plangitan Kecamatan Pati Kabupaten Pati didatangi pengunjung dari Desa Plangitan dan masyarakat umum di luar Desa Plangitan, Senin (8/12/2025). Wisata di gelar di greenhouse yang dikelola kelompok tani setempat.
Ada 520 tanaman melon yang di budi dayakan di greenhouse yang berada di belakang gedung pemberdayaan. Budi daya dilakukan dengan sistem hidroponik dan memasuki masa panen pada Senin (8/12/2025).
Tak hanya sekedar petik melon, di grenhouse tersebut pengunjung juga bisa memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto di sela-sela tanaman melon yang buahnya berjajar rapi di dalam ruangan berukuran 20X30 meter.
Pujianto Ketua Kelompok Tani “Rukun Tani” selaku pengelola greenhouse Modern Desa Plangitan saat di temui buseronlinenews.com dilokasi mengatakan,” hari ini Senin (8/12/2025) greenhouse Desa Plangitan membuka Wisata Petik Melon.

Ada dua jenis tanaman melon yang di budi dayakan di greenhouse yakni melon jenis Amanda buah dalam berwarna putih jika sudah matang berwarna kuning, buah luarnya berwarna hijau, dan melon jenis Lavender buah dalam berwarna oranye buah luarnya berwarna kuning. Untuk rasa sama-sama manis. Yang membedakan jenis Amanda buah lebih empuk dan berair, jenis Lavender buah agak renyah,” terang Pujianto.
Dengan harga 15 Ribu/Kg pengunjung sudah bisa membawa pulang buah melon Amanda dan 30 Ribu/Kg untuk melon jenis Lavender, pembelian tidak di batasi.
Tujuan di bukanya Wisata Petik Melon ini untuk mengenalkan kepada warga tanaman melon sesungguhnya, karena selama ini kita tahunya hanya dari pasar dan kios buah. Juga bisa dipakai untuk wisata edukasi dimana adik-adik (pelajar) bisa belajar tentang bagaimana menanam, medianya apa dan memanen melon,” imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Plangitan Agung Hadi Yuli Setiawan mengungkapkan panen melon kali ini merupakan panen yang ketiga di greenhouse yang mulai di operasikan tahun ini. Konsep wisata petik buah melon diusung agar pengunjung bisa memilih dan memanen melon sesuai selera.
Pengunjung yang datang tidak hanya warga Desa Plangitan tetapi juga pengunjung yang datang dari luar desa,” ucap Agung.
Ini juga menjadi media edukasi tentang cara budi daya dan lainnya. Karena di sini bisa bertemu langsung dengan pengelola. Untuk budi daya melon ini di lakukan dengan hidroponik, ” kata Agung.
Hasil penjualan melon dari kegiatan wisata di greenhouse tersebut diharapkan dapat menambah kas gapoktan.
Dengan konsep ini pengunjung bisa memilih melon yang di minati dan panen sendiri dari pohonnya.
Kalau di pasar dan kios buah kan kita ambil dan timbang, kalau di sini kita bisa metik sendiri, bisa memilih sendiri.
Ditambahkannya, melon yang di jual di greenhouse kami di bawah harga pasaran, pembeli diutamakan warga Desa Plangitan dan jumlah pembelian tidak di batasi untuk keperluan konsumsi sendiri untuk menambah gizi. Dan masyarakat umum juga bisa membeli dengan catatan tidak pedagang yang membelinya.
Ini program untuk masyarakat Desa Plangitan. Dan warga antusias karena harga murah. Kalau bisa jangan sampai di jual di luar. Untuk panen raya biarkan masyarakat menikmati hasilnya, ” pungkasnya.
(hr)







