Buseronlinenews

Warga Thionghoa Rayakan HUT Kelenteng TIONG GI KENG Pangkalan Nyirih

Rupat – Masyarakat Thionghoa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Rupat dan Sekitarnya (Himaru) merayakan Ulang Tahun Kelenteng Tiong Go Keng yang diselenggarakan dalam dua hari , 17,18/07/2025

Ratusan masyarakat Thionghoa antusias mengikuti acara ini. Tak hanya dari sekitar Rupat , namun ada juga warga Thionghoa yang datang dari luar dari Rupat

Dan Dihadiri Staff ahli Kabupaten Bengkalis Dewan DPRD kabupaten Bengkalis Dapil Rupat , Camat Rupat dan Camat Rupat Utara Kapolsek Rupat ,kapala Damkar bengkalis dan bapak kepala desa pakalan Nyirih dan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Ketua Panitia Hardianto menjelaskan, penyelenggaraan ulang tahun Kelenteng TIONG GI KENG ini merupakan yang kedelapan kalinya. Secara administrasi, tak ada yang tahu pasti berapa usia Kelenteng Tiong gi keng,Namun kelenteng ini sudah berusia delapan tahun ( 8 ),” kata Hardianto

Hardianto yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis ini juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para undangan yang hadir.

“Pada acara kali ini kami sungguh berbahagia karena banyak yang hadir, bahkan ada juga warga yang tinggal di pekanbaru dan beberapa daerah lain, dan yang paling istimewa kami mengundang warga Rupat lainnya dari umat Muslim, Kristen, Katolik dengan harapan agar tetap terbina dan terjaga rasa toleransi antar umat beragama,” tutur Hardianto .

Melalui HUT Kelenteng Tiong gi keng hardianto berharap bisa terus terjalin kerjasama yang baik antar sesama manusia baik untuk warga Thionghoa dan Melayu, serta warga masyarakat suku lainnya yang ada di Kecamatan Rupat

Dalam acara ulang tahun ini Ada empat kegiatan utama dalam rangkaian acara HUT Kelenteng Tiong gi keng , yakni ritual adat Tionghoa (sembahyang),

“Dengan acara ini tentunya menunjukkan pada kita  bagaimana kita hidup  rukun bersama semua agama, etnis kepercayaan dan elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama menjunjung tinggi Nilai Pancasila , UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tuturnya.

Ketua Umum mengucapkan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Meskipun tak diketahui pasti usia kelenteng, namun itu sudah berdiri lama sejak dahulu. ujarnya

Perayaan ini juga mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Staf Ahli Bupati Bengkalis, Johan Syahfri, hadir mewakili Bupati Kasmarni, S.Sos., MMP. Dalam sambutannya, Johan menekankan pentingnya semangat toleransi antarumat beragama serta potensi besar Tiong Gi Keng sebagai destinasi wisata budaya di Pulau Rupat.

“Menjaga toleransi beragama sangat penting, terutama di wilayah kita yang majemuk. Tiong Gi Keng bisa menjadi dinasti wisata baru di Rupat. Menariknya, angka 8 menurut fengshui adalah angka keberuntungan,” ungkap Johan.

Acara turut dihadiri oleh:
Camat Rupat, Hariadi, S.Sos., M.Si
Camat Rupat Utara, Aulia Fikri, S.Sos., M.Si
Kapolsek Rupat, AKP Paisal, S.H.
Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Nyirih, Aiptu Bambang Haryanto
Serta para tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama lainnya.

Ratusan warga tumpah ruah menghadiri perayaan ini untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan mulai dari prosesi ritual, pertunjukan seni tradisional, barongsai, hingga hiburan musik rakyat.

Perayaan HUT ke-8 Tiong Gi Keng ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga wujud nyata kerukunan antarumat beragama dan keharmonisan sosial yang terus terjaga di Desa Pangkalan Nyirih dan Kecamatan Rupat.

“Mudah-mudahan acara ini dapat lebih meningkatkan trilogi kerukunan bangsa, antar umat beragama, masyarakat dan pemerintah. Mohon maaf juga apabila terdapat kesalahan yang sengaja atau tidak disengaja ,” tukasnya.

 

Nasri