Buseronlinenews

Warga Resah, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Sukabumi Selama Ramadan

​Sukabumi – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, keresahan warga Kota Sukabumi meningkat menyusul maraknya peredaran obat keras terbatas (OKT) atau yang populer disebut Obat Golongan G.

​Mirisnya, aktivitas transaksi obat-obatan berbahaya ini justru tetap eksis di tengah suasana religius bulan puasa.

​Modus Toko Kelontong dan Kosmetik

​Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan dari berbagai elemen masyarakat, para pengedar kerap menggunakan kedok toko kelontong atau toko kosmetik untuk mengelabui petugas.

​Jenis obat yang paling banyak diburu adalah Tramadol dan Hexymer, yang sering kali disalahgunakan oleh kalangan remaja dan pemuda.

​Beberapa titik yang menjadi sorotan warga meliputi kawasan padat penduduk di Kecamatan Cikole dan Warudoyong.

​Transaksi biasanya dilakukan secara terselubung, di mana pembeli datang dengan kode tertentu tanpa harus turun dari kendaraan.

​Dampak Buruk di Bulan Suci

​Maraknya peredaran obat ini dinilai sangat mencederai kekhusyukan ibadah Ramadan.

​Warga khawatir penyalahgunaan obat tersebut menjadi pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas, seperti:

​Aksi Tawuran: Banyak pelaku tawuran remaja yang tertangkap dalam kondisi di bawah pengaruh obat-obatan ini.

​Kriminalitas Jalanan: Meningkatnya risiko pencurian atau tindakan anarkis akibat hilangnya kesadaran pengguna.

​Gangguan Kesehatan: Penggunaan jangka panjang tanpa resep dokter dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kematian.

​Kami sangat menyayangkan, di saat warga fokus beribadah, masih ada oknum yang nekat merusak generasi muda dengan menjual barang haram ini.

​Kami minta aparat bertindak tegas, ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

​Respons Pihak Berwajib

​Menanggapi fenomena tersebut, jajaran Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota telah meningkatkan intensitas patroli dan razia ke sejumlah titik rawan.

​Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi para pengedar obat ilegal, terutama selama Operasi Ketupat dan bulan Ramadan.

​Masyarakat diimbau untuk proaktif melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

​Kerjasama antara warga dan aparat menjadi kunci utama untuk membersihkan Kota Sukabumi dari peredaran obat terlarang.

(Tim)