Buseronlinenews

Warga Pedesaan Sukamara Njerit, BBM Bersubsidi Pertalite Kosong.

SUKAMARA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah pedesaan Kabupaten Sukamara kian memprihatinkan setelah stok BBM bersubsidi jenis Pertalite yang infonya diduga kosong di SPBU 64.747.02 Balai Riam yang terletak di Desa Lupu, Lintas Jalan Trans Kalimantan, berujung warga menjerit.

Dampak dari kekosongan pasokan ini langsung memukul perekonomian masyarakat perdesaan di Kecamatan Balai Riam dan Kecamatan Permata Kecubung yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun kelapa sawit skala kecil.

Ketiadaan stok Pertalite di satu-satunya SPBU terdekat yang dikelola oleh BUMD PT. Bangun Sukma Jaya tersebut memaksa warga beralih ke tingkat pengecer.

Namun, di tingkat eceran pun kondisinya tidak kalah menyulitkan, harga BBM jenis Pertamax melambung tinggi hingga menyentuh Rp20.000 per liter dengan takaran yang seringkali tidak penuh seliter.

Sementara itu, jenis Pertamax Turbo menjadi satu-satunya alternatif yang relatif lebih mudah ditemukan di pengecer meski harganya tidak terjangkau bagi sebagian besar kantong petani plasma.

Kondisi kekosongan BBM penunjang aktivitas harian warga ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.

Awak media Surat Kabar Mingguan Buser & Buseronlinenews telah mengirimkan surat konfirmasi resmi sejak tanggal 24 Juli 2026 yang lalu kepada Bupati Sukamara selaku Kuasa Pemegang Saham BUMD yang ditujukan ke Direksi PT Bangun Sukma Jaya.

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen operasional perusahaan daerah tersebut diduga masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi apa pun.

(Marboen)