Buseronlinenews

Wajah Baru SD 1 Getasserabi Kudus: Digelontor Rp1,2 Miliar, Akhirnya Disentuh Revitalisasi Kementerian

KUDUS – Senyum bahagia tak mampu disembunyikan oleh jajaran pendidik dan siswa di SD 1 Getasserabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Bagaimana tidak, fasilitas bangunan sekolah yang selama bertahun-tahun dalam kondisi sangat memprihatinkan kini mulai ditangani secara menyeluruh melalui program revitalisasi skala besar.

Peninjauan langsung proses pembangunan tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, pada Selasa (18/8/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Anggun hadir didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras), Agus Subandi.

Turut menyambut rombongan, Kepala SD 1 Getasserabi, Hermiawati, yang menjelaskan secara rinci detail pengerjaan fisik di sekolah yang dipimpinnya. Pembangunan ini menjadi angin segar bagi seluruh warga sekolah yang telah lama mengidamkan ruang belajar yang layak dan aman.

Hermiawati memaparkan bahwa program revitalisasi ini mencakup penanganan total sebanyak sembilan lokal bangunan. Paket pekerjaan tersebut diperuntukkan bagi enam ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang perpustakaan, serta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Tidak hanya menyasar fisik gedung utama, proyek perbaikan ini juga menyentuh penataan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Salah satu poin penting dalam penataan lingkungan tersebut adalah pembuatan pagar pembatas sekolah yang selama ini memang belum pernah dibangun.

Seluruh pembiayaan proyek megah ini bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Total nilai nominal anggaran yang disalurkan untuk SD 1 Getasserabi ini mencapai Rp1,279 miliar, yang juga sudah mencakup penyediaan perabot (meubelair) baru.

Proses pengerjaan konstruksi di lapangan telah resmi dimulai sejak tanggal 9 Juli 2026 lalu. Berdasarkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS), waktu pelaksanaan pembangunan ditargetkan rampung dalam durasi 120 hari kalender, atau diperkirakan selesai pada akhir Oktober mendatang.

Di hadapan pejabat Disdikpora, Hermiawati menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh tahapan awal hingga pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala. Mengenai penunjukan konsultan perencanaan, pihaknya sengaja melibatkan tenaga profesional yang sudah teruji dan memiliki sertifikasi resmi di bidang desain bangunan.

Meski area sekolah tengah dikepung aktivitas konstruksi, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dipastikan tetap berjalan kondusif. Pihak sekolah menerapkan skema pengaturan ruangan yang cermat agar keselamatan para murid tetap terjamin selama proses pembangunan berlangsung.

Dua ruang kelas yang belum dibongkar dimanfaatkan secara optimal untuk tempat belajar siswa kelas 1, kelas 2, serta kelompok pra-SD. Sementara itu, memanfaatkan dua lokasi lain yang berada di area dekat parkiran, kegiatan belajar untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 tetap dapat berlangsung dengan aman.

Kebahagiaan pihak sekolah sangat beralasan mengingat bangunan SD 1 Getasserabi sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi total dari pemerintah pusat. Hermiawati mengungkapkan rasa harunya karena aspirasi perbaikan fasilitas sekolah akhirnya dapat terwujud pada tahun ini.

Sebelum disentuh program revitalisasi Kemendikdasmen, kondisi fisik bangunan sekolah berada dalam skala kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Dinding-dinding bangunan tua tersebut bahkan sangat rapuh dan rawan ambrol sehingga sempat menyisakan kecemasan bagi para guru dan siswa.

Sejak bertugas di sekolah tersebut pada tahun 2022, Hermiawati terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk membenahi fasilitas. Salah satunya adalah pengadaan paving blok halaman sekolah yang berhasil direalisasikan melalui dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) swasta.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menegaskan bahwa seluruh pengerjaan proyek revitalisasi ini dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah. Pola ini diterapkan untuk menjaga transparansi, kualitas pengerjaan, serta keterlibatan aktif warga sekolah.

Anggun menambahkan, hingga pertengahan Agustus 2026, progres fisik pengerjaan di SD 1 Getasserabi telah menunjukkan tren positif dengan capaian melebihi 30 persen. Pihaknya optimistis seluruh target fisik dapat diselesaikan tepat waktu sebelum batas akhir kontrak pada Oktober.

Secara keseluruhan di Kabupaten Kudus, program revitalisasi dari Kemendikdasmen ini menyasar puluhan lembaga pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Sistem pengawasannya pun dilakukan secara ketat melalui dua jalur, yakni konsultan pengawas independen dan fasilitator resmi dari kementerian.

Terkait adanya penyesuaian teknis di lapangan seperti penggantian atap genteng, hal tersebut telah diselesaikan melalui mekanisme revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan berita acara resmi. Dengan sinergi seluruh pihak, bangunan baru SD 1 Getasserabi diharapkan segera siap digunakan untuk mendukung pencetakan generasi penerus yang berkualitas.

(Jimmy)