Buseronlinenews

Wahyu Cell Mitra Mandiri di Cianjur Diduga Jadi Dulur Rokok Ilegal

CIANJUR – Sebuah gerai telekomunikasi dan pembayaran yang mengusung spanduk “Mitra Resmi Mandiri” di Pasar Pangrango, Cipanas, Kabupaten Cianjur, diduga menyelundupkan penjualan rokok ilegal di balik layanan utamanya. Toko yang bernama Wahyu Cell dan Karyawannya Elan  ini menarik perhatian setelah diketahui menjual rokok tanpa tanda cukai.

Wahyu Cell, yang beralamat di Pasar Pangrango, Kecamatan Cipanas, secara terang-terangan mempromosikan dirinya sebagai pusat layanan masyarakat. Spanduk besar di depan toko mencantumkan berbagai layanan resmi seperti bayar listrik, jual token listrik, isi pulsa semua operator, dan pembayaran tagihan lainnya.

Namun, di balik façade layanan resmi itu, toko ini ternyata juga menjual rokok ilegal atau yang dikenal sebagai rokok tanpa cukai. Produk rokok ini tidak memiliki banderol cukai yang sah, yang menandakan bahwa produk tersebut tidak memenuhi kewajiban perpajakan terhadap negara.

“Ya, betul. Di sini jual pulsa, token listrik, bayar tagihan. Tapi kalau mau rokok murah juga ada,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya kepada Media Minggu (18/9/2026).

Keberadaan rokok ilegal ini dijual secara sembunyi-sembunyi kepada pelanggan yang sudah dikenal atau yang secara khusus menanyakannya. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah dibandingkan rokok legal di pasaran, menjadi daya tarik utama bagi sebagian konsumen.

Praktik seperti yang diduga dilakukan Wahyu Cell ini memiliki dampak ganda. Pertama, negara dirugikan karena kehilangan potensi pendapatan dari cukai rokok yang seharusnya dibayar. Cukai rokok merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang signifikan.

Kedua, konsumen juga berada dalam posisi rentan. Rokok tanpa cukai tidak melalui pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga kualitas tembakau, bahan tambahan, dan keamanannya dipertanyakan. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan konsumen dalam jangka panjang.

Sampai berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pemilik atau pegawai Wahyu Cell belum berhasil.

Kejadian ini mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dan hanya bertransaksi, termasuk membeli rokok, di gerai-gerai resmi yang terjamin keabsahan produknya. Layanan masyarakat yang disediakan oleh mitra resmi bank seharusnya menjadi penanda kredibilitas, bukan justru dijadikan kedok untuk kegiatan ilegal.

(Team)