Kudus – Keluarga Sutinah kini dapat bernapas lebih lega setelah menempati sementara salah satu kios di Pasar Jepang, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati. Sebelumnya, mereka hidup dalam kondisi sempit dan serba terbatas.
Wakil Bupati Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, meninjau langsung kondisi keluarga tersebut pada Rabu (6/5). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berupaya mencarikan solusi agar keluarga Sutinah segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Menurutnya, Pemkab Kudus telah berkomunikasi dengan pihak swasta, Djarum, untuk membantu pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
“Kami kemarin telah berkomunikasi dengan Djarum. Kalau bisa secepatnya, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperbarui data sosial warga agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa Sutinah termasuk dalam kategori desil satu. Ia menyebutkan, keluarga tersebut telah menerima sejumlah bantuan sosial sejak 2024.
“Mulai 2024 dapat bantuan sembako, 2025 terdaftar PBI (kesehatan), 2026 Januari–Maret juga dapat, nanti April–Juni juga dapat,” jelasnya.
Namun, untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Sutinah masih belum terdaftar. Pihaknya akan mengusulkan agar keluarga tersebut bisa segera menerima bantuan tersebut.
“PKH belum, nanti kita usulkan untuk masuk bantuan PKH,” katanya.
Sutinah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah atas kondisinya yang sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Desak-desakan, tapi ya mau bagaimana lagi, keadaannya sudah begitu,” ujarnya.
Ia berharap kondisi keluarganya dapat terus membaik.
(JIMMY)







