Kudus – Aksi kejahatan jalanan menyasar nasabah bank kembali terjadi dan memakan korban jiwa finansial cukup besar di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Seorang warga harus menelan pil pahit usai uang ratusan juta rupiah yang baru saja ditariknya hilang tanpa sisa dalam hitungan menit.
Peristiwa bernasib naas tersebut menimpa korban pada Senin (7/9/2026) siang di kawasan bisnis yang relatif ramai lalu lintas kendaraannya. Lokasi kejadian persis berada di depan Gudang Keramik 46, Jalan Lingkar Ngembal, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Sebelum musibah itu datang, korban diketahui sempat mendatangi salah satu kantor cabang bank yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kudus. Di lokasi perbankan tersebut, korban melakukan transaksi penarikan uang tunai dalam jumlah yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp 208 juta.

Tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun, korban kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan mobil pribadi menuju lokasi tujuan berikutnya. Korban mengarahkan kendaraannya menuju Gudang Keramik 46 untuk mengurus pengambilan barang-barang bangunan yang sebelumnya telah ia beli.
Sesampainya di halaman depan tempat penjualan keramik tersebut, korban langsung menghentikan dan memarkirkan mobilnya dengan rapi. Suasana yang tampak biasa membuat korban merasa aman untuk sejenak meninggalkan kendaraannya di area parkir.
Korban lantas melangkah masuk ke dalam area gudang dengan tujuan membawa nota pembayaran demi memproses pengambilan barang. Maksud hati hanya ingin menyerahkan berkas transaksi tersebut secara langsung kepada petugas atau penjaga gudang yang bertugas.
Namun, momen tenang itu tidak berlangsung lama karena kejutan tak menyenangkan sudah menanti saat korban berjalan kembali menuju kendaraannya. Langkah kaki korban terhenti seketika begitu mendekati badan mobil yang baru saja ditinggalkannya beberapa saat.
Telinga korban menangkap bunyi aneh berupa desisan angin yang keluar cukup deras dari area roda kendaraan bagian bawah. Setelah dicek secara teliti, korban mendapati ban belakang sebelah kiri mobilnya sudah dalam kondisi mengempis akibat bocor.
Menyadari ada masalah teknis pada roda kendaraannya, fokus perhatian korban seketika teralihkan penuh pada kondisi ban tersebut. Tanpa berpikir panjang, korban berinisiatif bergerak mengambil peralatan berupa dongkrak untuk mengganti ban yang kempis.
Keputusan untuk memperbaiki kendaraan justru membongkar kenyataan pahit lain yang jauh lebih mengejutkan bagi korban. Begitu berjalan menuju kabin depan, korban mendapati pintu mobil bagian depan sebelah kanan sudah dalam posisi terbuka lebar.
Rasa curiga yang mendadak muncul membuat korban bergegas memeriksa seluruh isi dan barang berharga di dalam ruangan kabin. Betapa kagetnya korban ketika mendapati tas utama yang ia letakkan di dalam kendaraan sudah tidak ada lagi di tempat semula.
Tas berharga yang sirna dalam sekejap tersebut berisikan uang tunai hasil penarikan dari bank senilai Rp 208 juta. Tidak hanya tumpukan uang tunai, satu unit laptop milik korban juga ikut digondol oleh pelaku yang beraksi sangat cepat tersebut.
Aparat kepolisian setempat langsung bertindak cepat usai menerima laporan resmi mengenai insiden pencurian bermodus pembobolan kendaraan ini. Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasatreskrim Polres Kudus AKP Happy Nawang Kuncoro mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut.
AKP Happy menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah memfokuskan sumber daya untuk menangani kasus tindak pidana pencurian di wilayah hukum Kecamatan Jati. Laporan resmi dari pihak korban telah dicatat dan masuk dalam tahapan penanganan intensif oleh tim penyidik.
Guna mengumpulkan bukti awal, jajaran kepolisian telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam. Selain menyisir bukti fisik di sekitar mobil dan area gudang, polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi.
Petunjuk sekecil apa pun, termasuk potensi rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute perjalannya dari bank hingga TKP, terus didalami oleh petugas. Kepolisian berkomitmen mengerahkan tim lapangan demi melacak jejak dan mengidentifikasi identitas komplotan pelaku.
Proses perburuan terhadap para pelaku hingga kini masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat dari Satreskrim Polres Kudus. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat membawa uang tunai dalam jumlah besar dari tempat perbankan.
( JIMMY )







