Buseronlinenews

Transparansi Penilaian Lomba Anugrah Gapura Dipertanyakan

Buseronlinenews.com – Untuk meneladani nilai nilai warisan leluhur sejarah budaya terutama yang pernah diterapkan oleh Sri Baduga Maharaja atau prabu Siliwangi pada abad ke 15.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang biasa disapa KDM, menginisiasi menghidupkan kembali nilai nilai kepemimpinan masa dulu dengan menggelar perlombaan anugrah Gapura Sri Baduga.
Ajang ini untuk mencontohkan keselarasan antar pemimpin rakyat dan alam semesta dengan memanfaatkan potensi lokal agar menghasilkan pengelolaan pemerintahan yang harmonis

Bukan malah sebaliknya, penilaian lomba Sri Baduga diduga tidak transparan dan tidak melibatkan OPD dan instansi pemerintah sehingga hasilnya diragukan sebagian peserta lomba pasalnya ada salah satu peserta lomba yang sudah memperjuangkan Secara maksimal namun malah dimenangkan oleh peserta lainnya, hal itu ni jelas tidak sesuai dengan isi dan tujuan dari nilai-nilai lomba Gapura Sri Baduga itu sendiri.
Seperti halnya yang dialami oleh kepala desa Ciherang kecamatan Pacet kabupaten Cianjur.
Iya merasa penilaian yang tidak transparan dan cara menunjuk yang menjadi juara dianggap tidak adil dan transparan karena saat memperjuangkan supaya menjadi desa juara sangat sulit sampai hari Sabtu dan Minggu terus berada di desa agar bisa meng upload data data.
Akan tetapi cara penunjukan juaranya dianggap tidak adil dan transparan.
Sementara Camat Pacet, yang biasa disapa Uwa saat ditemui awak media mengatakan mengenai seleksi lomba desa dari awal sudah dilakukan pembinaan dimasing-masing desa juga dan disiapkan secara online maka sistem penilaiannya juga dengan sendirinya bukan kecamatan yang camat yang menentukan juara tapi sistem lah yang menentukan ungkapnya.

(Trs)