PATI – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban tongtek yang berujung maut pada seorang pemuda berinisial FD. Masih dalam suasana berkabung sejumlah perwakilan keluarga dan ratusan masyarakat pada Sabtu (14/3/2026) malam mendatangi Kantor Balaidesa Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati mempertanyakan sikap dingin pemerintah desa atas perkembangan penanganan perkara yang masih dalam penanganan pihak berwajib. (15/03)
Warga yang hadir tersebut menyebut bahwa penanganan kasus hilangnya nyawa seseorang itu dinilai penuh intrik dan drama. Pasalnya, dari sekitar 13 terduga pelaku yang diamankan, namun hanya ada 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, ABH (anak berkonflik dengan hukum) oleh pihak berwajib.
“Kami disini mencari keadilan, penanganan perkara harus diusut tuntas serta pihak-pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku di negara kita. Hukum jangan tebang pilih,” ujar salah seorang warga saat proses mediasi di aula Balaidesa Talun, Sabtu (14/3/2026) malam.
Acara penyampaian aspirasi tersebut juga mendapatkan pengaman dari Polsek Kayen serta tim Jatanras Polresta Pati. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat proses mediasi berlangsung.
“Kami menyayangkan sikap dingin para aparatur pemerintah desa. Padahal ini menyangkut dengan hilangnya nyawa seseorang. Disini kami hanya meminta transparansi penanganan perkara serta agar CCTV yang berada di beberapa lokasi bisa dibuka. Hal ini agar rangkaian peristiwa dapat dilihat secara utuh,” pintanya.
Juga kami mendapatkan informasi bahwa CCTV yang berada di lokasi mati, ini aneh,” imbuhnya.
Dalam keterangannya, Unit PPA Polresta telah memaparkan proses dan tahapan mulai lidik hingga gelar perkara serta sampai dengan tahap penetapan status para terduga pelaku yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tersebut.
Sementara itu Kapolresta Pati melalui Kapolsek Kayen dalam arahannya juga mengatakan bahwa masyarakat agar bisa saling menjaga kondusifitas wilayah. Jangan sampai menimbulkan sikap anarkis dan kekerasan dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi nya.
“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan bisa menjaga suasana. Proses hukum berjalan sesuai prosedur dan mekanisme. Penetapan status terduga pelaku serta proses penyidikan juga dilakukan secara profesional,” ucap Kapolsek Kayen.
Setelah melalui proses mediasi yang cukup alot, akhirnya pihak kepolisian menyetujui agar pemeriksaan CCTV dilakukan malam itu juga.
Dengan didampingi oleh pihak berwajib, perwakilan keluarga serta beberapa tokoh masyarakat, akhirnya dilakukan kroscek ke beberapa lokasi CCTV untuk mendapatkan bukti petunjuk baru berkaitan dengan peristiwa yang merenggut nyawa tersebut.
(hr)







