CIANJUR – Suasana malam di sepanjang jalan utama Cianjur mulai Rabu (24/12/2025) terasa berbeda. Kehadiran pos-pos pengamanan terpadu yang berpenerangan terang menjadi simbol nyata kesiapan aparat dan pemerintah daerah. Ini bukan sekadar operasi rutin; ini adalah Operasi Lilin 2025/2026, sebuah misi terintegrasi TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat untuk mengawal libur panjang akhir tahun dengan prinsip utama: keamanan, kenyamanan, dan toleransi.
Kodim 0608 Cianjur secara resmi mengaktifkan sejumlah Pos Pengamanan di titik-titik vital berbasis peta kerawanan. Titik-titik ini mencakup kawasan pemukiman padat, rumah ibadah, hingga jalur utama yang diprediksi padat arus mudik dan wisatawan.
“Kami tidak hanya berjaga. Kami berkoordinasi. Penempatan posko sudah kami analisa untuk mengantisipasi segala kemungkinan, mulai dari kerawanan lalu lintas hingga potensi gangguan keamanan,” tegas Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., saat memantau kesiapan personel. Ia juga mengajak seluruh warga menjadi mata dan telinga. “Keamanan bersama adalah tanggung jawab kita semua. Waspadalah, dan hindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan masalah.”
Sinergi yang dibangun bukan hanya di atas kertas. Apresiasi dan dukungan langsung datang dari Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdinan, yang blusukan mendatangi posko-posko tersebut. Di depan personel gabungan, Bupati menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan.
“Ini adalah pondasi kuat kita. Kehadiran posko terpadu yang memadukan berbagai unsur ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menenangkan. Menjamin bahwa Natal dan Tahun Baru di Cianjur akan berlangsung aman, nyaman, dan penuh berkah bagi semua,” ujar Bupati dengan semangat.

Pesan toleransi dan persaudaraan menjadi inti dari himbauannya. “Kepada saudara-saudara kita yang merayakan Natal, dan seluruh masyarakat, mari kita jaga kebersamaan ini. Kita bersaudara. Sukseskan momen sukacita ini dengan ketertiban dan saling menghormati,” himbaunya.
Operasi yang telah dimobilisasi penuh ini menjadi bukti komitmen konkret Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama TNI-Polri. Masyarakat pun menyambut baik. “Rasa aman itu nyata terasa. Melihat mereka berjaga, kita jadi tenang beraktivitas,” ujar Sari, seorang warga yang melintas di dekat Pos Pengamanan Simpang Lima.
Dengan “Benteng Kebersamaan” yang telah dibentuk, Cianjur optimis dapat menyongsong pergantian tahun sebagai sebuah komunitas yang harmonis. Momen sukacita akhir tahun diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh setiap warga dan pendatang, dalam bingkai keamanan dan kedamaian yang dijaga bersama.
Oding/AS







