KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, secara terbuka merespons gelombang kritik dari masyarakat terkait program penanaman pohon di sejumlah ruas jalan protokol yang belakangan menjadi sorotan hangat di media sosial.
Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan tidak menutup mata maupun telinga terhadap masukan warga internet (netizen) mengenai tata letak hingga jenis pohon yang ditanam.
Sam’ani mengapresiasi perhatian masyarakat dan menjadikan setiap masukan publik sebagai bahan evaluasi penting dalam menata estetika serta penghijauan kota.

“Kami ucapkan terima kasih atas kritikan dan masukannya. Kalau memang kita salah, kita perbaiki, kita tata lagi,” ujar Sam’ani saat memberikan klarifikasi di Kudus pada Jumat (25/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa aksi penanaman pohon di bahu jalan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mempercantik tata kota sekaligus menggantikan tanaman lama yang telah mati atau rusak.
Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH), Pemkab Kudus menargetkan gerakan penanaman minimal 50 pohon saban hari Jumat di titik-titik yang membutuhkan penyulaman.
Menanggapi kekhawatiran warga soal akar pohon yang dianggap berpotensi merusak konstruksi jalan dan trotoar, Sam’ani meluruskan bahwa jenis tanaman yang dipilih telah disesuaikan dengan kondisi ruang publik.
Spesies pohon yang ditanam di antaranya adalah jenis pulai dan tabebuya yang dikenal memiliki karakter perakaran aman bagi infrastruktur jalan.
“Yang kita tanam jenis pulai dan tabebuya. Akarnya tidak terlalu merusak jalan maupun trotoar,” tegas Sam’ani menepis kekhawatiran masyarakat.
Terkait sorotan netizen mengenai posisi pohon yang dianggap terlalu dekat dengan rambu lalu lintas, Bupati Kudus memastikan pihaknya siap melakukan penataan ulang jika kelak tanaman tersebut membesar dan mengganggu pandangan pengguna jalan.
Bupati menekankan bahwa penghijauan di kawasan perkotaan memiliki fungsi vital, tidak hanya memberikan keteduhan bagi pejalan kaki tetapi juga memperbaiki sirkulasi udara dan menyerap emisi gas buang kendaraan di kota industri.
Dalam klarifikasinya, Sam’ani juga menepis isu miring yang menyebut kegiatan penanaman pohon ini merupakan proyek pengadaan beranggaran khusus.
Ia mengonfirmasi bahwa bibit-bibit pohon tersebut murni berasal dari partisipasi dan kiriman masyarakat saat momentum Hari Jadi Kabupaten Kudus serta peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Guna memastikan tanaman tumbuh optimal tanpa mengganggu ketertiban umum, Sam’ani telah menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk melakukan perawatan rutin dan evaluasi berkala di lapangan.
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas PUPR Kudus, Hari Wibowo, menambahkan bahwa penghijauan jalan ini juga akan diimbangi dengan pembersihan saluran drainase agar fungsi jalan tetap terawat secara menyeluruh.
( JIMMY )







