Buseronlinenews

SMKS Al Hasyimiyah: Dugaan Tumpang Tindih Dana Rp2,2 Miliar

CIANJUR – Terjadinya dugaan tumpang tindih penggunaan anggaran dana pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2025 tahap 1 dengan program revitalisasi sekolah menjadi sorotan di SMKS Al Hasyimiyah, Kabupaten Cianjur.

Anggaran pemeliharaan yang dituding tumpang tindih berjumlah Rp22.684.000, sementara dana revitalisasi yang diterima sekolah sebesar Rp2.266.879.000 untuk pekerjaan rehabilitasi.

Menurut informasi yang diperoleh, dana pemeliharaan tahap 1 tahun 2025 ditujukan untuk perbaikan kecil sarana dan prasarana seperti perbaikan lantai, saluran air, dan pencahayaan. Namun, terdapat dugaan bahwa pekerjaan tersebut sebenarnya sudah termasuk dalam rencana rehabilitasi yang dibiayai dengan dana revitalisasi.

Ketika awak media ingin mengkonfirmasi dugaan ini kepada Kepala Sekolah SMKS Al Hasyimiyah, Nurjamil, pihak tersebut sulit ditemukan di sekolah. Upaya menghubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga tidak mendapatkan tanggapan.

“Saat ini kita masih melakukan verifikasi terhadap informasi dugaan tumpang tindih tersebut. Kita harapkan pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi secepatnya,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan nama, yang terkait dengan pengawasan penggunaan dana.

Dana revitalisasi sekolah sendiri ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur sekolah secara komprehensif, termasuk bangunan, peralatan, dan fasilitas penunjang pembelajaran. Jika dugaan tumpang tindih terbukti, hal ini dapat dianggap sebagai penyelewengan karena dana yang seharusnya digunakan untuk tujuan berbeda malah digunakan untuk pekerjaan yang sama.

Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini untuk memastikan keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik. Ujarnya

(Roni Permana)