Buseronlinenews

Sinergi Atau Seremoni? Di Tengah Demo, Abdul Haris: ‘Kalau Daerah Tak Mampu, Serahkan Kuningan Caang Ke KPK!

Kuningan — Di tengah narasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kejaksaan Negeri Kuningan dalam penyambutan Kajari baru, gelombang aksi demonstrasi justru menjadi penanda kuat bahwa krisis kepercayaan publik belum terjawab.

​Sorotan keras datang dari Abdul Haris yang kini secara terbuka menyatakan sikap pesimis terhadap penanganan kasus “Kuningan Caang” oleh aparat penegak hukum di daerah.

​“Terus terang, kami sudah mulai pesimis dengan penanganan kasus Kuningan Caang di Kejaksaan Negeri Kuningan. Bahkan terhadap Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pun, publik mulai meragukan keseriusannya.”

​Demo Hari Ini: Bukti Ketidakpercayaan Publik

​Aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini dinilai bukan sekadar ekspresi, tetapi akumulasi kekecewaan yang sudah lama terpendam.

​“Demo hari ini bukan tiba-tiba. Ini puncak dari ketidakjelasan yang berlarut-larut. Artinya publik sudah kehilangan kepercayaan.”

​Pansus Dprd Diabaikan, Kepercayaan Runtuh

​Menurut Abdul Haris, salah satu titik krusial yang memperparah keadaan adalah diabaikannya hasil Pansus DPRD Kabupaten Kuningan yang seharusnya bisa menjadi dasar awal pembuktian.

​“Sudah ada dasar dari Pansus DPRD Kuningan. Itu bukan dokumen sembarangan. Kalau itu saja tidak dijadikan rujukan serius, lalu publik harus percaya pada apa?”

​Pesan Keras: Ambil Alih Oleh Kpk

​Dalam pernyataan paling tegasnya, Abdul Haris mendorong agar penanganan kasus ini diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

​“Kalau di daerah tidak ada keberanian atau tidak ada kemajuan yang signifikan, kami berharap kasus Kuningan Caang diambil alih oleh KPK saja.”

​Ia menilai, langkah tersebut menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan publik yang sudah tergerus.

​“Jangan Hanya Seremoni, Selesaikan Akar Masalah”

​Abdul Haris kembali menegaskan bahwa sinergi yang dibangun tidak boleh berhenti pada seremoni dan pidato optimisme.

​“Jangan hanya sibuk bicara sinergi ke depan, sementara akar masalah di belakang dibiarkan. Selesaikan dulu yang belum tuntas, baru bicara masa depan.”

​Tantangan Terbuka: Berani Bersih Atau Dilampaui Publik

​Ia menutup dengan peringatan bahwa jika institusi tidak segera bertindak, publik akan mengambil kesimpulan sendiri.

​“Kalau tidak ada langkah nyata, publik akan menilai ada yang dilindungi. Dan kalau itu terjadi, kepercayaan akan runtuh total.”

Alex