Bogor — Rapper asal Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sigit Jakson, kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Su Trada”.
Lagu ini merupakan sebuah karya hip-hop dengan sentuhan reggae dan nuansa musik timur modern yang mengangkat tema mendalam tentang penyesalan yang datang terlambat dalam sebuah hubungan.
Single “Su Trada” dirilis di bawah naungan Posswood Records dengan dukungan distribusi digital dari Megabayz.
Kisah dalam lagu ini diambil dari sudut pandang seseorang yang berhasil bangkit dan keluar dari hubungan masa lalu yang penuh dengan pengorbanan sepihak.
Ketika sang mantan kekasih kembali dengan rasa penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki keadaan, segalanya diceritakan sudah terlambat.
Melalui setiap baitnya, “Su Trada” menghadirkan perjalanan emosional tentang kebebasan, harga diri, serta kesadaran akan cinta tulus yang pernah disia-siakan.
Secara musikal, lagu ini menjadi eksplorasi baru bagi Sigit Jakson yang selama ini lebih dikenal dengan karakter hip-hop old school bernuansa storytelling.
Dalam “Su Trada”, ia memadukan hip-hop dengan atmosfer reggae khas musik timur yang hangat dan santai, sehingga menghasilkan warna musik baru yang tetap kuat secara lirik.
Dalam proyek ini, Sigit Jakson turut berkolaborasi dengan dua musisi dari Indonesia Timur, yakni Maby’Lihawa dan IichaL’Talantan.
Selain sebagai featuring artist, IichaL’Talantan juga berperan sebagai produser sekaligus menangani proses mixing dan mastering lagu ini.

Kolaborasi lintas wilayah ini berhasil menciptakan perpaduan karakter hip-hop dengan nuansa reggae Indonesia Timur yang emosional sekaligus nyaman di telinga.
“Lagu ‘Su Trada’ lahir dari cerita yang dekat dengan banyak orang — tentang seseorang yang datang kembali ketika semuanya sudah terlambat,” ujar Sigit Jakson.
”Lewat lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa setiap orang punya batas kesabaran dan berhak menemukan kebebasan setelah hubungan yang tidak sehat,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa lagu ini menjadi bentuk eksplorasi musikalnya dari genre old school ke warna musik timur yang lebih santai namun tetap membawa pesan cerita yang kuat.
Sementara itu, pihak Megabayz menyatakan komitmennya untuk selalu memberikan apresiasi dan membuka peluang bagi musisi berbakat untuk berkembang melalui kolaborasi lintas daerah maupun negara.
“Dukungan kami untuk Sigit Jakson adalah langkah awal dari banyak proyek pencarian artis baru yang tengah kami siapkan di industri musik tanah air,” ungkap Dede Hardiansyah selaku pendiri Megabayz.
Single “Su Trada” dijadwalkan resmi rilis pada 29 Maret 2026 mendatang.
Peluncuran lagu ini juga akan diperkenalkan melalui acara launching yang digelar di The Saltu Root Corner, Jl. Ciseeng, Gunung Kapur Parung, Bogor.
Acara tersebut terselenggara atas kerja sama antara Abimanyu Group, Megabayz, dan The Saltu.
(Sutrisman)







