LAMANDAU – Sebuah kejanggalan terjadi di wilayah Desa Sopoyu, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Tumpukan kayu yang diduga ilegal ditemukan awak media di tepi jalan negara mendadak hilang tanpa jejak setelah awak media melakukan konfirmasi kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Sopoyu, Julianto Ciponduk, S.IP.
Peristiwa ini bermula kemarin hari Jumat (28/8) siang, saat awak media mengirimkan pesan konfirmasi via WhatsApp yang kepada Julianto terkait keberadaan tumpukan kayu tersebut.
Namun, pesan awal tersebut tidak mendapatkan klarifikasi atau respons sama sekali.

Tak menyerah, awak media kembali menghubungi Pj Kades Sopoyu melalui sambungan telepon pada Jumat malam.
Dalam percakapan tersebut, Julianto yang juga dikabarkan menjabat sebagai Lurah Kudangan, membenarkan bahwa dirinya sedang berada di Desa Sopoyu.
Saat ditanyai mengenai tumpukan kayu di sebelah kiri jalan negara arah Desa Sopoyu menuju Kudangan, Julianto berdalih tidak pernah melihatnya.
” Selama ini saya sudah mengimbau secara lisan kepada warga agar tidak ada kegiatan pembabatan kayu hutan,” aku Julianto kepada awak media.
Padahal, pihak media menegaskan bahwa mereka memegang bukti kuat berupa foto dan video dokumentasi yang baru diambil pada Jumat pagi di lokasi yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Sopoyu tersebut.
Merespons temuan itu, awak media sempat mengingatkan agar pihak pemerintah desa mengawasi atau mengamankan tumpukan kayu tersebut agar tidak hilang.
Julianto kemudian berjanji bahwa pihak desa akan melayangkan surat imbauan resmi keesokan harinya.
Namun secara mengejutkan, tumpukan kayu tersebut sudah raib sebelum surat sempat dibuat.
Pada Sabtu (29/8) pagi, awak media kembali melakukan konfirmasi untuk memastikan apakah kayu – kayu tersebut masih di tempat semula.
Julianto mengonfirmasi bahwa tumpukan kayu itu sudah tidak ada lagi di lokasi.
Sebagai bukti, ia mengirimkan foto dokumentasi kondisi lokasi yang diambilnya sendiri pada malam hari saat ia memantau tempat tersebut.
Lebih lanjut, Pj Kades Sopoyu itu turut membeberkan satu nama berinisial A.
Pihak desa menduga bahwa A memiliki keterkaitan erat dengan keberadaan tumpukan kayu misterius di tepi jalan negara yang kini telah hilang.
Hingga berita ini diturunkan, hilangnya barang bukti kayu tersebut masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik.
(Marboen/Tim)







