Buseronlinenews

Satpol PP Kotawaringin Barat Gerebek di RT 28 Dugaan Ada Andil Oknum Advokat

Buseronlinenews.com – Beberapa anggota Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Barat infonya pada malam Sabtu (10/7) menggerebek salah satu rumah di lingkungan BTN Arut Resident Blok 03, Kelurahan Madurejo, yang diduga digunakan sebagai tempat perselingkuhan.

Tindakan petugas itu sangat benar dan tepat, namun Ketua RT 28 Budi Raharjo mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum Satpol PP Kotawaringin Barat yang melakukan penggerebekan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dan menunjukkan surat perintah.

Budi Raharjo kepada awak media saat ditemui di kantor hukum RS & ASSOCIATES yang masih di lingkungan Blok 03 BTN Arut Resident menyampaikan:

“Saya sangat menyayangkan adanya main gerebek oknum petugas di saat itu, mengingat tidak ada menjumpai saya untuk koordinasi. Sementara saya selaku ketua RT 28 di mana lingkungan BTN Arut Resident masih dalam wilayah RT 28.

Tindakan main gerebek tanpa koordinasi dulu dengan pihak RT adalah tindakan tidak sesuai SOP-nya, apalagi tidak pernah menunjukkan surat perintah atasannya,” ujar Budi Raharjo.

“Sebelum peristiwa penggerebekan itu terjadi, di kediaman saya Jalan Ahmad Wongso Gang Belimbing Manis didatangi dua orang perempuan dan seorang laki-laki.

Salah seorang perempuan yang mengaku bernama Jeje meminta saya untuk mendampingi penggerebekan terhadap suaminya yang diduga sedang bersama perempuan lain di sebuah rumah kontrakan di BTN Arut Resident Blok 3.

Yang bersangkutan juga menyampaikan kepada saya bahwa tujuannya ingin mempermalukan suaminya,” ungkap Budi Raharjo, Ketua RT 28 ini, kepada awak media.

Informasi yang dihimpun awak media bahwa Jeje yang diketahui bernama Jerry Wulandari merupakan seorang ASN di Kabupaten Lamandau.

Sementara suaminya merupakan seorang pengacara muda bernama Satrio yang berkantor di Kota Pangkalan Bun.

Masih di kantor hukum RS & ASSOCIATES, Serly, pemilik rumah kontrakan, kepada awak media juga menyatakan keberatan atas penggerebekan tersebut.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan tanpa pemberitahuan kepada dirinya selaku pemilik rumah.

“Padahal rumah yang ditempatinya bersebelahan dengan rumah kontrakan yang menjadi lokasi penggerebekan. Penggerebekan itu kesannya dilakukan secara semena-mena,” terang Serly merasa keberatan.

“Saat penggerebekan terjadi, Mbak Jeje ada di tempat kejadian penggerebekan dan saya sempat mendengar Mbak Jeje berkomunikasi dengan seorang pria via telepon seluler yang diduga kemungkinan adalah oknum pengacara,” papar Ibu Serly, pemilik rumah yang digerebek.

“Saat penggerebekan, saya memperhatikan ada sebuah mobil yang lagi berhenti yang tidak jauh dari tempat kejadian penggerebekan.

Terlihat orang yang di dalam mobil itu tidak asing bagi saya dan saya menduga itu adalah oknum pengacara (advokat) yang kelihatannya turut memantau penggerebekan, ini hanya dugaan saya aja,” papar Serly.

Rinto Hutabarat, S.H., pemilik Kantor Hukum “RS & ASSOCIATES”, infonya akan menempuh jalur hukum lantaran foto dirinya dicantumkan dalam tayangan pemberitaan penggerebekan tanpa izin darinya, begitu juga dengan video yang sudah beredar ke publik.

Masih di hari yang sama, Satrio saat dihubungi awak media via telepon seluler.

Disinggung adanya tayangan pemberitaan penggerebekan dan informasi yang didapatkan awak media bahwa diduga adanya oknum pengacara di dalam mobil yang berhenti tidak jauh dari lokasi penggerebekan, serta perbincangan via telepon seluler antara Jeje, istrinya, dengan oknum pengacara di saat penggerebekan.

Disinggung hal itu, Satrio dengan kalem menyampaikan ke awak media yang katanya:

“Saya terlebih dahulu minta maaf sebesar-besarnya ke publik berkaitan kejadian di lingkungan BTN Arut Resident.

Berkaitan informasi yang disampaikan dugaan adanya oknum pengacara di dalam mobil begitu juga adanya komunikasi via telepon seluler yang kemungkinan diduga adanya andil di peristiwa itu, dalam hal ini saya tidak tahu siapa oknum tersebut dan sesungguhnya motivasinya apa.

Namun saya sangat yakin ke depannya akan terang benderang apa yang sebenarnya.

Nggak salah, gentlemen,” kata Satrio ke awak media.

(Boen)