Kuningan, Jawa Barat – Bencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sekitar tiga bulan lalu akibat hujan deras dan angin puting beliung, masih menyisakan duka mendalam bagi salah satu warganya. Rumah milik Ibu Nurjanah di RT 005 RW 003 Blok Dusun Manis, yang ditempati oleh putrinya, Nani Nurhayati, mengalami kerusakan parah hingga ambruk dan tak lagi bisa ditinggali.
Nani Nurhayati, saat ditemui pada Selasa, 2 Desember 2025, mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya karena hingga saat ini, belum ada tanggapan serius dari pihak terkait.
“Kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan yang serius, baik dari aparat desa setempat, maupun dari tingkat kecamatan dan kabupaten Kuningan,” ujar Nani sambil meneteskan air mata.

Ketiadaan Tempat Tinggal dan Keluhan Korban
Akibat rumahnya hancur total, Nani dan keluarganya terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah kerabatnya di desa tetangga. Kondisi ini membuat Nani merasa kehilangan harapan dan tempat bergantung.
Ia menyebutkan bahwa instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan belum melirik atau memberikan bantuan rehabilitasi.
Saat diwawancarai oleh tim media, Nani tak kuasa menahan tangis dan menyampaikan permohonan bantuan secara terbuka.
“Saya bingung, Pak. Harus tidur dan tinggal di mana. Saya harus ke mana mengadu ke siapa?” keluhnya.
Permintaan Bantuan Kepada Pemimpin Daerah
Nani Nurhayati secara khusus memohon bantuan kepada para pemimpin daerah untuk merenovasi kembali rumahnya.
“Saya memohon kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (Bapak Aing), Bapak Bupati Kuningan, atau kepada Pemerintah Daerah PU (TR) Tata Ruang Cipta Karya, mohon bantuannya untuk renovasi rumah saya,” pinta Nani.
Permintaan ini disampaikan dengan harapan agar ia dan keluarganya dapat segera mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak pasca-bencana.
Rilis oleh: Rahman Alex Nurdiansyah







