Buseronlinenews

Rekontruksi Jalan Cidugaleun-Parentas (BKK Jabar).Papasan Gunung Dan Jurang Akan Bom Waktu Bagi Pengguna Jalan

Tasikmalaya- Globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat berdampak pada mobilitas manusia dan barang yang begitu tinggi serta tuntutan manusia modern menyebabkan transportasi pada jalan sangat diperlukan sedemikian rupa sehingga perlu ada penanganan pada ruas jalan yang rusak agar ruas jalan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan fungsional merupakan kondisi kerusakan dimana kenyamanan dan keamanan dari pengguna jalan terganggu dan operasional kendaraan meningkat. Kerusakan fungsional dapat berdiri sendiri dan dapat pula diikuti dengan kerusakan struktural.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup sebagai institusi pemerintah berusaha bijak dalam mengatasi permasalahan tersebut, hal ini dibuktikan dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dibangunnya sesuai dengan sarana dan prasarana transportasi yang dibutuhkan dan tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut laman LPSE Kabupaten Tasikmalaya,salah satu paket pekerjaan yang sedang berjalan sekarang Rekontruksi Jalan Cidugaleun-Parentas (BKK Jabar) yang dikerjakan CV CAHYA CIPTA BANGUN (CHP) dengan nilai kontrak Rp. 9.597.516.058,67 dari nilai pagu anggaran Rp. 10.000.000.000,00.

Paket ini mulai dibuka Pengumuman Pascakualifikasi tanggal 20 Mei 2024 dan penetapan pemenang sampai tandatangan kontrak 7 Juni 2024 dan diikuti 12 peserta. CV CAHYA CIPTA BANGUN berada diurutan ke 3, artinya masih ada 2 peserta yang menawar paket ini dibawah penawaran pemenang, seperti cv legawa nafisa dengan nilai penawaran Rp. 8.902.643.351,26 dan CV Tiga Dara dengan nilai penawaran Rp. 9.149.708.900,19. Sehingga timbul ke curigan, kenapa harus CHP ditetapkan pemenang, diduga ada pengaturan tender antara pemenang, panitia lelang dan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup untuk menggiring perusahaan pemenang.

Pemantauan media ini dilapangan sejak awal pekerjaan sampai saat ini, Masyarakat sangat antusias menyambut kegiatan yang sudah lama ditunggu Masyarakat sekitar maupun para wisata menuju jurug, yang sudah lama susah dilalui. ” Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang mau memperhatikan kami dengan membangun jalan dengan rabbat beton sepanjang 1,7 KM lebih, sehingga kami merasa aman untuk lewat jalur ini nantinya, hanya kami juga jadi was was nantinya lewat dari sini kalau musim hujan, takut longsor soalnya gunungnya sudah digunduli.” Sahut Warga”.

Ketakutan pengguna jalan punya alasan, jalan yang dibangun berada di kaki gunung yang artinya sebalah kiri gunung dan sebelah kanan jurang yang ketinggiannya dan kedalamannya sangat menakutkan. Proyek belum selesai sudah sering terjadi longsor akibat papasan gunung oleh pihak penyedia, yang terpaksa dilakukan karena jalan berbelok – belok.

Sepanjang perbaikan jalan, pemasangan U ditch sudah selesai dikerjakan, hanya sangat disayangkan U ditch yang baru dipasang sudah banyak rusak dan tersumbat longsoran juga lalu lalang kendaraan alat berat mobilisasi beton cor.

Pekerjaan LC atau lantai dasar sepanjang pekerjaan sudah selesai dikerjakan. ” Lantai dasar jalan sudah selesai dikerjakan dan sudah digunakan kendaraan berat untuk mobilisasi beton, tinggal peninggian kira-kira 20 CM dan sebagian sudah dikerjakan” sebut salah satu pekerja kasar.

Media ini berkomitmen akan trus mengawasi proyek ini dan sedang meneliti kualitas mutu beton ( K) yang digunakan, apakah sudah sesuai spesifikasi dalam kontrak.

Beberapa kali media ini berusaha untuk ketemu Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Jalan dan Jembatan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya ROMI GARDARA, ST. selalu tidak berada diruangannya. ” Bapa lagi diluar, Bapa lagi di Jakarta,.. ” Sahut stafnya.

TEAMĀ INVESTIGASI.