BuseronlineNews.com // Gribogan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan Jawa Tengah mencatat ratusan santri diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi Menu Makan Bergizi (MBG) gratis. Insiden ini terjadi pada Jumat ( 09/01/2026 ).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Djatmiko menyatakan, data korban masih terus bergerak, terutama pasien yang menjalani rawat inap karena ada yang pulang dan baru masuk.
“Datanya masih bergerak, terutama yang rawat inap, karena ada yang sudah boleh pulang, tapi ada juga yang baru masuk.” katanya
Ratusan santri dan siswa ini diduga keracunan akibat MBG yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sami Kaya Food. Penyedia makanan tersebut berlokasi di Jalan Raya Gubug-Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
Djatmiko merinci, sebanyak 2.904 orang merupakan penerima manfaat MBG, sementara 658 orang dilaporkan terdampak.
Berikut data lengkap dari Dinkes Grobogan mengenai jumlah orang dan institusi pendidikan yang diduga keracunan MBG di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
- SMP Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto sebanyak 251 ( 152 putra, 92 putri, 7 guru ).
- SMK Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto ( 151 putri )
- SDN 3 Ngroto ( 18 siswa ).
- TK Ngroto ( 5 siswa ).
- PAUD Ngroto ( 2 siswa, 2 wali murid )
- SD Glapan ( 33 siswa, 1 guru )
- SDN 1 Trisari ( 30 siswa, 3 guru )
- SDN 2 Trisari ( 24 siswa )
- SDN 1 Panadaran ( 57 siswa, 3 guru, 3 wali murid )
- SDN 2 Panadaran ( 28 siswa, 3 guru )
- SDN 3 Panadaran ( 40 siswa, 3 guru )
Dari 658 orang tersebut, menurut Djatmiko, ada sekitar 79 orang yang harus di rujuk ke fasilitas kesehatan

Data lengkapnya sebagai berikut
- Lokasi pondok 11 orang
- RSUD Ki Ageng Getas Pendowo 39 orang, 2 orang APS
- RSUD R Soejati Purwodadi 11 orang
- Puskesmas Karangrayung 1 ada 9 orang
- Puskesmas Kedungjati 7 orang
- Puskesmas Gubug 1 ada 2 orang
Sampai berita ini di tulis, pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Grobogan masih melakukan penyelidikan penyebab keracunan tersebut
Sampel makanan yang di duga menyebabkan keracunan juga telah di amankan dan di lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendalam di laboratorium
Sementara itu pihak pesantren bersama instansi / dinas terkait mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar sebab masih menunggu hasil resmi dan penyelidikan yang sedang berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
( Wagiman ).







