BuseronlineNews.com // TAPANULI UTARA – Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Tapanuli Utara semakin dikeluhkan para petani. Sulitnya mendapatkan pupuk dinilai menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat Taput menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Kondisi ini bahkan memicu aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait langkanya pupuk subsidi di daerah tersebut.
Menanggapi persoalan itu, media mengonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian. Ia menjelaskan bahwa ada sejumlah kendala yang menyebabkan distribusi pupuk di Taput mengalami hambatan.
Berikut beberapa penyebab kelangkaan pupuk di Tapanuli Utara:
1. Bencana alam yang terjadi di Aceh menyebabkan Pupuk Iskandar Muda tidak beroperasi secara normal.
2. Akibat gangguan tersebut, pasokan pupuk harus didatangkan dari Kalimantan Timur.
3. PT Pupuk Indonesia belum dapat menyalurkan pupuk secara maksimal kepada distributor di Kabupaten Tapanuli Utara karena stok di gudang produsen sangat terbatas.
4. Setiap distributor hanya menerima jatah sekitar 40 ton pupuk per minggu, sementara kebutuhan petani sangat tinggi sehingga pasokan ke kios pengecer menjadi minim.
5. Stok pupuk di gudang Siborongborong juga kerap mengalami kekosongan.
6. Keterbatasan armada pengangkut, seperti truk fuso, membuat proses distribusi pupuk menjadi lambat.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelangkaan pupuk tersebut agar tidak berdampak pada gagal panen dan menurunnya hasil produksi pertanian masyarakat.
Awak media juga telah menginformasikan Direktur Perseroda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Bangkit Silaban, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (13/5/2026), terkait kelangkaan pupuk dan langkah yang akan dilakukan Perseroda dalam membantu mengatasi persoalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.
Masyarakat menilai Perseroda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara seharusnya ikut bertanggung jawab dan berperan aktif dalam mencari solusi atas kelangkaan pupuk yang kini semakin memanas di tengah para petani. Sebagai perusahaan daerah, Perseroda diharapkan tidak hanya diam, tetapi mampu hadir membantu kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Taput.
Ref (TOGAR)







