BuseronlineNews.com // BEKASI – Kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan dasar terus menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan. Semangat tersebut diwujudkan PT Suzuki Indomobil Motors (PT SIM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Dalam agenda tersebut, PT SIM turut memberikan dukungan melalui sejumlah program yang diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, edukatif, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program yang dihadirkan antara lain pembuatan Green House, Biopori, Taman Mini Sekolah, serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat.
Manajemen PT SIM, Gunardi Prakosa, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan hangat yang diberikan keluarga besar SMPN 1 Cikarang Pusat. Menurutnya, suasana kebersamaan semakin terasa ketika rombongan PT SIM disambut dengan penampilan seni tradisional Tari Lengser.
“Ini luar biasa. Ketika kami datang langsung disambut dengan tarian Lengser. Adik-adik sudah berapa lama latihannya? Luar biasa, sangat menarik, atraktif dan aktif,” ujar Gunardi dalam sambutannya.
Ia menilai penyambutan tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial, tetapi menjadi gambaran bahwa hubungan antara dunia usaha, sekolah dan masyarakat dapat dibangun melalui suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Gunardi kemudian menjelaskan filosofi “By Your Side” yang menjadi salah satu semangat Suzuki dalam menjalankan kontribusi sosialnya.
Menurutnya, Suzuki tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
“Artinya, Suzuki yakin kami tidak hanya bertanggung jawab untuk menciptakan produk yang berkualitas saja, tetapi kami juga memiliki kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, lingkungan masyarakat sekitar tidak semestinya dipandang hanya sebagai bagian dari lingkungan perusahaan, melainkan sebagai bagian dari lingkungan besar yang harus diperhatikan dan dijaga bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Gunardi juga memberikan apresiasi kepada pihak SMPN 1 Cikarang Pusat, khususnya Nurul Huda, yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan program lingkungan di sekolah.
Ia menyoroti keberadaan Green House dan program Biopori yang telah dikembangkan sebagai contoh bahwa bantuan CSR akan memiliki makna lebih besar ketika dilanjutkan dengan pemanfaatan, pengelolaan dan edukasi secara berkelanjutan.


“Kami sangat bersyukur karena di depan kita terlihat Green House yang waktu lalu Ibu Nurul sedemikian luar biasanya untuk bisa kita sama-sama bekerja sama dan berkontribusi dengan Biopori. Ternyata benar-benar terlihat hasil aktualnya,” katanya.
Bagi PT SIM, kata Gunardi, keberhasilan sebuah program CSR tidak semata-mata diukur berdasarkan besarnya nilai bantuan yang diberikan.
Lebih dari itu, yang menjadi perhatian adalah apa yang dapat ditumbuhkan dari program tersebut di masa depan.
“Kami berharap CSR ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi apa yang bisa kita tumbuhkan di masa depan secara bersama,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena program tanggung jawab sosial perusahaan pada hakikatnya bukan hanya tentang menyerahkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem kepedulian yang dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai.
Gunardi menambahkan, PT SIM ingin menjadikan program CSR sebagai ruang untuk berbagi kepedulian, berbagi pengetahuan dan membangun kontribusi bersama bagi masa depan, khususnya bagi generasi muda.
“Kami tidak hanya memberikan CSR, tetapi kami berharap kita bisa berbagi kepedulian, berbagi pengetahuan dan bersama-sama berkontribusi untuk masa depan, terutama anak-anak kita semua,” tuturnya.
Selain program di lingkungan SMPN 1 Cikarang Pusat, PT SIM juga menyampaikan sejumlah dukungan lain yang menyentuh sektor kesehatan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Di antaranya adalah penyerahan empat unit mesin fogging untuk Kecamatan Cikarang Pusat sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga kesehatan masyarakat dan mengantisipasi penyebaran penyakit yang berkaitan dengan lingkungan.
PT SIM juga menghadirkan program pembuatan Taman Mini di SMP Negeri 1 Cikarang Pusat, yang diharapkan dapat menjadi ruang hijau sekaligus sarana edukasi bagi para siswa.
Tidak berhenti di lingkungan sekolah, PT SIM turut memberikan perhatian terhadap persoalan kebutuhan air bersih. Perusahaan menyampaikan dukungan berupa instalasi air bersih untuk wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Bekasi.
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa CSR dapat dirancang tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga berupa pembangunan fasilitas yang memiliki manfaat jangka panjang.
Green House dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa mengenai tanaman dan lingkungan. Biopori dapat memperkenalkan pentingnya pengelolaan air dan konservasi tanah. Taman sekolah dapat menciptakan ruang belajar yang lebih hijau dan nyaman, sementara dukungan air bersih serta perangkat fogging menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Gunardi menyadari bahwa persoalan lingkungan dan sosial tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan banyak unsur agar sebuah gerakan kepedulian dapat memberikan dampak yang lebih luas.
“Meskipun tidak mungkin satu orang bisa melakukan sesuatu terhadap lingkungan, karena butuh jutaan orang untuk bisa melakukan bersama-sama, yang bisa menjadi sesuatu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan. Sekolah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan generasi muda memiliki ruang kontribusi masing-masing.
Melalui program CSR PT SIM di SMPN 1 Cikarang Pusat, semangat tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang sederhana namun konkret: menanam, menjaga lingkungan, menyediakan ruang edukasi, mendukung kesehatan masyarakat, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Pada akhirnya, nilai sebuah program sosial tidak hanya terletak pada apa yang diberikan hari ini, tetapi pada perubahan dan kebiasaan baik yang mampu tumbuh setelahnya.
Green House yang dirawat siswa, Biopori yang terus dijaga, taman yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar, serta kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter bahwa menjaga lingkungan dan membantu sesama merupakan tanggung jawab bersama.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh dari kolaborasi PT SIM bersama sekolah dan masyarakat Kabupaten Bekasi: bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menumbuhkan kepedulian yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.







