KUDUS– Progres proyek revitalisasi dan pembangunan gedung Puskesmas Jekulo, Kabupaten Kudus, terus menunjukkan tren positif.
Hingga awal September 2026, pengerjaan fisik fasilitas layanan kesehatan masyarakat tersebut diperkirakan sudah menembus angka 80 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK Kudus), Dr. dr. Abdul Hakam, M.Si., Med., Sp.A., menyampaikan capaian tersebut saat meninjau langsung lokasi pembangunan Puskesmas Jekulo pada Selasa (8/9/2026).
dr. Hakam menjelaskan bahwa berdasarkan rekapitulasi data pada Sabtu sebelumnya, progres pekerjaan tercatat berada di angka 75 persen. Angka tersebut mengalami deviasi positif hingga 12,77 persen dari target perencanaan.

“Data per Sabtu lalu progresnya 75 persen dengan deviasi positif 12,77 persen. Namun, informasi terbaru dari teman-teman penyedia di lapangan, hari ini pengerjaannya sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujar dr. Hakam.
Melihat percepatan pengerjaan tersebut, pihak DKK Kudus optimistis seluruh struktur dan konstruksi fisik gedung Puskesmas Jekulo dapat dirampungkan secara keseluruhan pada akhir November 2026 mendatang.
Secara teknis, Pembantu Pelaksana Pembangunan, Saiful Hadi, membeberkan bahwa pekerjaan struktur utama seperti instalasi atap bangunan telah selesai dikerjakan 100 persen. Saat ini, para pekerja fokus menyelesaikan tahap akhir (finishing).
Saiful merinci, sisa pekerjaan yang sedang diselesaikan meliputi pemasangan plafon yang tinggal menyisakan 10 persen, pengecatan dinding, serta pemasangan lantai keramik dengan spesifikasi khusus yang telah disyaratkan oleh dinas.
“Pekerjaan utama yang tersisa tinggal lantai, pengecatan, dan finishing. Bahan material semuanya sudah siap di lokasi. Dari target internal kami, pengerjaan fisik diharapkan selesai akhir Oktober atau paling lambat pertengahan September untuk tahap-tahap tertentu,” jelas Saiful.
Selain perbaikan fisik bangunan gedung, revitalisasi Puskesmas Jekulo juga mencakup penataan fasilitas internal dan penyiapan sarana mebeler pendukung layanan kesehatan.
Sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, fasilitas rawat inap di Puskesmas Jekulo dibatasi maksimal 10 tempat tidur (bed). Hal ini disesuaikan dari kapasitas sebelumnya yang sempat mencapai 20 tempat tidur.
Untuk mengantisipasi pembatasan kapasitas rawat inap tersebut, DKK Kudus menyiapkan strategi penguatan pada layanan promotif dan preventif, serta menghadirkan inovasi layanan kesehatan baru bagi masyarakat.
Beberapa rencana pengembangan layanan tambahan yang sedang digodok di antaranya penyediaan praktik sore, layanan fisioterapi, hingga wacana penyediaan layanan perawatan kulit ringan (skin care) bagi masyarakat sekitar.
Langkah inovasi ini dinilai sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan medis warga di wilayah Kudus bagian timur yang selama ini belum memiliki akses ke fasilitas layanan spesifik tersebut.
Meskipun pengerjaan fisik ditargetkan rampung akhir tahun 2026, dr. Hakam menegaskan bahwa operasional resmi gedung baru Puskesmas Jekulo dijadwalkan dimulai pada 1 Januari 2027. Waktu jeda tersebut akan dimanfaatkan untuk persiapan pendataan, penataan sarana prasarana, serta pemenuhan regulasi perizinan operasional.
( JIMMY )







