KUDUS, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pembangunan kembali Jembatan Karangmalang – Peganjaran yang menghubungkan wilayah antardesa di Kabupaten Kudus.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Supriyadi, menegaskan bahwa selain mengejar target progres fisik, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama. Seluruh pekerja di lapangan diwajibkan mematuhi standar K3 guna mengantisipasi potensi kecelakaan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Supriyadi saat meninjau lokasi proyek pembangunan jembatan ruas Karangmalang – Peganjaran pada Jumat (24/7/2026). Ia memastikan penerapan K3 di lokasi pekerjaan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami selalu mengingatkan kepada para pekerja dan penyedia jasa di lokasi agar penggunaan K3 diterapkan secara konsisten. Ini demi keamanan, keselamatan, serta kelancaran pekerjaan di lapangan,” ujar Supriyadi di lokasi proyek.

Hingga pekan ketiga bulan Juli 2026, progres pengerjaan Jembatan Karangmalang – Peganjaran mencatatkan tren positif. Capaian fisik proyek ini telah melampaui target awal yang direncanakan oleh tim teknis Dinas PUPR.
“Progres pembangunan jembatan ini sudah mencapai 9 persen lebih. Padahal pada minggu kemarin baru sekitar 5 persen. Artinya, ada deviasi positif sekitar 5 persen dari target perencanaan,” jelas Supriyadi.
Pembangunan Jembatan Karangmalang – Peganjaran ini dialokasikan dari anggaran daerah dengan nilai kontrak sebesar Rp200 juta lebih, atau tepatnya sekitar Rp208,7 juta. Proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa profesional dengan masa kontrak resmi hingga 26 Oktober 2026.
Supriyadi menuturkan, pembongkaran dan pembangunan ulang jembatan ini dilakukan karena kondisi bangunan lama yang sudah rusak parah. Jembatan lama dinilai sudah tidak layak serta membahayakan pengguna jalan yang melintas.
“Kondisi awal jembatan tua itu struktur bawahnya masih terbuat dari pasangan batu bata urung-urung dan sudah rusak parah. Karena dinilai tidak aman, konstruksinya harus kita bongkar total dari kondisi 0 persen,” ungkapnya.
Pada proyek pembaruan ini, material konstruksi diganti menggunakan teknologi modern berupa box culvert dari beton bertulang. Penggunaan box culvert dipilih karena memiliki ketahanan struktur yang lebih kuat serta proses pemasangan yang relatif lebih cepat.
Selain pemasangan box culvert, jembatan baru ini juga dilengkapi dengan struktur balok serta pelebaran badan jalan. Dimensi jembatan yang semula sempit kini diperlebar signifikan untuk memperlancar arus lalu lintas dari dua arah.
“Bentang jembatan baru ini kita buat sepanjang 2,5 meter dengan lebar mencapai 6 meter. Bentang hulu sepanjang 20 meter dan hilir 6 meter. Sebagai pembanding, jembatan lama dulunya hanya berukuran 3 meter dengan lebar 2 meter,” rinci Supriyadi.
Tidak hanya memperluas struktur jembatan, pengerjaan di ruas ini juga mencakup pembuatan talud pengaman serta pelapisan ulang jalan (overlay) menggunakan aspal AC-WC. Penambahan talud berfungsi menjaga stabilitas tanah dan mengamankan struktur jembatan dari ancaman erosi.
Meskipun batas akhir kontrak jatuh pada akhir Oktober 2026 (sekitar 4 bulan pengerjaan), pihak Dinas PUPR Kudus optimistis proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat. Jika tren deviasi positif terus terjaga, jembatan diperkirakan rampung dalam kurun waktu dua bulan ke depan.
Pembangunan Jembatan Karangmalang – Peganjaran ini merupakan bagian dari paket besar perbaikan infrastruktur di Kabupaten Kudus. Secara keseluruhan, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus mengelola sebanyak 22 paket pekerjaan jalan dan jembatan, di mana 18 paket di antaranya telah masuk tahap kontrak dan pengerjaan.
Khusus untuk infrastruktur jembatan pada tahun anggaran 2026, terdapat 3 paket pembangunan baru, yaitu Jembatan Gujo – Kesambi, Jembatan Peganjaran, dan Jembatan Rahtawu – Semliro dengan total alokasi anggaran mencapai Rp11,7 miliar dari DBHCHT dan APBD. Sementara untuk program penggantian dan rehabilitasi jembatan, terdapat 6 paket pengerjaan termasuk Jembatan Lambangan, Pedagung, dan Gringging.
Kehadiran Jembatan Karangmalang – Peganjaran dan Jembatan Rahtawu – Semliro memiliki peranan yangsangat vital bagi konektivitas warga. Selain menjadi jalur mobilitas harian, ruas jalan ini merupakan akses utama menuju kawasan wisata Rahtawu serta jalur penghubung menuju Puncak 29.
Guna menjaga kelancaran lalu lintas selama proses pembongkaran jembatan, Dinas PUPR bersama warga setempat telah membuat jembatan darurat sementara. Supriyadi berharap masyarakat dapat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintasi jalur darurat hingga pembangunan jembatan utama selesai sepenuhnya.
(Tim)







