CIANJUR – Inovasi luar biasa dalam layanan kesehatan dasar terpampang nyata di Lapangan Kopi Mlaku, Desa Wangunjaya, Cugenang, hari ini. Ratusan kader kesehatan dan PKK Kelurahan Sayang tidak hanya menyelenggarakan Posyandu biasa, tetapi mentransformasikannya menjadi sebuah festival kesehatan masyarakat yang spektakuler, edukatif, dan menghibur, berhasil menarik partisipasi ribuan warga.
Bertajuk “Bersama Kader, Wujudkan Generasi Sehat dan Berdaya”, acara ini menandai perubahan paradigma: Posyandu masa depan haruslah dinamis, inklusif, dan mampu merangkul seluruh potensi komunitas.
Lebih dari sekadar penimbangan balita, posyandu terpadu ini menjadi pusat edukasi komprehensif. Bidan Desa menyajikan materi mendalam tentang kritisnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kejutan datang dengan kehadiran Mentri Integrasi Layanan PlanNet (ILP), seorang kader berprestasi tingkat nasional, yang memberikan kuliah singkat tentang strategi integrasi data dan layanan untuk mendeteksi serta menjangkau keluarga rentan stunting secara lebih efektif.
“Kunci keberhasilan terletak pada sinergi data, layanan, dan komitmen kader di lapangan. Apa yang dilakukan kader Sayang hari ini adalah contoh nyata integrasi yang efektif dan patut diacungi jempol,” tegas Mentri ILP, disambut aplaus meriah ratusan peserta. Kehadiran figur ini menegaskan bobot dan perhatian serius terhadap inisiatif lokal.

Kolaborasi Lintas Sektor yang Visioner: Seni Bertemu Sosial
Yang membedakan dan menjadi daya pikat massal acara ini adalah strategi kolaborasi yang visioner. Panitia secara cerdas merangkul seluruh ekosistem industri hiburan rakyat setempat. Penyanyi dangdut, musisi, pencipta lagu, pengusaha sound system, komunitas seni, hingga Wedding Organizer (WO) diajak bersinergi untuk mendukung misi kesehatan.
“Ini adalah langkah awal menuju kebersamaan untuk kesuksesan bersama. Kami ingin membina dunia seni lokal sekaligus memanfaatkan energinya yang besar untuk tujuan sosial yang lebih mulia,” jelas Indra S., Ketua Panitia.
Kolaborasi ini terwujud dalam sesi hiburan berkualitas profesional yang menyegarkan para ibu usai menerima materi berat. Suasana kebersamaan dikuatkan dengan makan bersama dan puncak acara pengundian doorprize berupa paket sembako, alat kesehatan, dan perlengkapan bayi, yang disambut gegap gempita.
Model yang Layak Direplikasi
Itta Rositta Rachmawatty, Koordinator Kader Posyandu Kelurahan Sayang, mengungkapkan kebanggaan atas capaian ini. “Hari ini kami membuktikan bahwa membangun ekosistem kesehatan dari tingkat keluarga bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan disukai masyarakat. Antusiasme ribuan warga adalah energi baru bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Pihak Kecamatan Cugenang yang hadir memberikan apresiasi tinggi, menilai model Posyandu Edutainment ini layak direplikasi ke wilayah lain sebagai upaya konkret dan massif dalam percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, khususnya dalam penurunan angka stunting.
Acara yang ditutup dengan deklarasi komitmen bersama ini telah membuktikan satu hal: dengan kepemimpinan kader yang progresif dan kolaborasi yang erat dengan seluruh unsur masyarakat—termasuk pelaku seni—Posyandu dapat bertransformasi dari garda terdepan kesehatan menjadi pusat penggerak sosial, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat yang seutuhnya. Sebuah teladan brilian yang lahir dari Cugenang untuk dunia.
(Oding/AS)







