Buseronlinenews

Pj. Kades Sri Tanjung Kembali Perbaiki Jalan Rusak Bersama Pengusaha

Rupat – Pj. Kepala Desa Sri Tanjung bersama warga masyarakat kembali melakukan swadaya perbaikan jalan.

Jalan tersebut merupakan jalan lintas kecamatan, yaitu ruas yang memiliki panjang 4,5 km.

Swadaya perbaikan jalan tersebut dilakukan karena kondisi jalan di Desa Sri Tanjung hampir di sepanjang ruas rusak parah, padahal jalan tersebut merupakan jalan utama yang dilalui beberapa desa untuk akses menuju kecamatan.

Selain itu, kondisi jalan yang rusak sangat menghambat semua kegiatan masyarakat, di antaranya akses pendidikan, kesehatan, dan juga akses mobilitas ekonomi antar kecamatan dan kabupaten, Sabtu.

Kegiatan swadaya perbaikan jalan tersebut digerakkan oleh salah satu donatur dari pengusaha yang ada di Pulau Rupat yang sering dikenal Bapak Ahe.

Hal ini bukan hanya sekali ini saja, akan tetapi sudah berkali-kali, karena banyak titik yang sudah rusak parah dan sangat membahayakan warga.

Sementara itu, sumber dana dari kegiatan perbaikan jalan tersebut berasal dari beberapa pengusaha yang mengadakan patungan untuk kebutuhan material.

Untuk kebutuhan tenaga kerja, dilakukan secara bergotong royong oleh perangkat desa beserta warga yang terdiri dari warga Dusun Sri Tanjung dan anggota pekerja dari pengusaha.

Jasman, selaku Sekretaris Desa Sri Tanjung, menyampaikan bahwa pihak Pemdes Sri Tanjung menggerakkan warganya untuk swadaya memperbaiki jalan tersebut karena kondisi jalan memang sudah sangat parah.

“Sehingga sambil menunggu jalan tersebut dibangun oleh Pemkab atau Provinsi Riau, maka sementara kita tidak masalah untuk swadaya dulu. Kalau tidak, ya jalan akan tambah parah dan warga juga yang kesulitan. Semoga di tahun depan jalan ini bisa dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Sapri selaku Kepala Desa Sri Tanjung saat dikonfirmasi oleh awak media ini menyampaikan bahwa masih banyak sekali warga desa yang belum paham tentang peraturan dan kebijakan terkait pembangunan jalan.

“Jadi, meskipun itu jalan kecamatan atau jalan kabupaten, jika kondisinya rusak parah seperti ini maka saya selaku Pj. Kades yang disalahkan, padahal Dana Desa ataupun Bankeudes tidak diperuntukkan untuk membangun jalan ini,” ungkapnya.

“Saya juga sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut di Musrenbangcam, kecamatan, dan kabupaten, akan tetapi sampai saat ini belum juga bisa direalisasikan karena mungkin keterbatasan anggaran APBD. Ya kita tunggu sajalah semoga tahun depan bisa dibangun, alhamdulillah warga masih semangat gotong royong,” tambah Kades.

Nasri