TAPUT – Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Tapanuli Utara dikeluhkan para petani.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap hasil pertanian hingga memicu ancaman gagal panen.
Menanggapi persoalan itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Viktor Siagian menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk terjadi akibat sejumlah kendala, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah bencana alam yang terjadi di Aceh sehingga Pupuk Iskandar Muda tidak dapat beroperasi secara normal.
Akibatnya, pasokan pupuk harus didatangkan dari Kalimantan Timur.
Selain itu, PT Pupuk Indonesia disebut mengalami keterbatasan stok sehingga penyaluran pupuk ke distributor di Kabupaten Tapanuli Utara belum maksimal.
Setiap distributor saat ini hanya memperoleh jatah sekitar 40 ton pupuk per minggu, sementara kebutuhan petani di lapangan cukup tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan pupuk ke kios atau PPTS menjadi sangat terbatas.
Bahkan, stok pupuk di Gudang Siborongborong disebut sering kosong.
Tidak hanya itu, keterbatasan armada pengangkut seperti mobil fuso juga menjadi kendala sehingga proses distribusi pupuk berjalan lambat.
Sementara itu, Kepala Prusda Tapanuli Utara, Bangkit Silaban juga telah dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (13/5/2026), terkait langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kelangkaan pupuk tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari pihak yang bersangkutan.
Para petani berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah cepat agar kebutuhan pupuk subsidi dapat terpenuhi dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu.
(Togar)







