KUDUS, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H di wilayah Muria Raya serta seluruh Jawa Tengah dan DIY. Kepastian tersebut disampaikan melalui Area Manager Communication, Relation dan TSR Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, saat diwawancarai wartawan pada Rabu (4/3/2026).
Taufik menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran. Berdasarkan proyeksi, konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan naik 18 persen dari rata-rata normal 1.798 kiloliter per hari menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Sementara itu, konsumsi gasoil diprediksi turun sekitar 6 persen dari 1.280 kiloliter per hari menjadi 1.178 kiloliter per hari, seiring adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan berat non-logistik selama masa angkutan Lebaran.
“Untuk LPG, rata-rata kenaikan di wilayah Muria Raya sekitar 10 persen dibanding konsumsi normal harian. Karena itu kami melakukan penebalan stok di seluruh lini distribusi,” ujar Taufik.

Penambahan stok BBM dan LPG dilakukan sebesar 15–20 persen di sejumlah titik suplai utama, seperti Terminal BBM Pengapon dan Boyolali, serta Supply Point Terminal LPG Opsico, Terminal Temporary Hema Rembang, dan Terminal Temporary Pelindo.
Secara rinci, proyeksi kenaikan LPG terjadi di beberapa kabupaten, di antaranya Blora dari 79 metrik ton per hari menjadi 87 metrik ton per hari, Grobogan dari 120 menjadi 132 metrik ton per hari, Jepara dari 118 menjadi 130 metrik ton per hari, Kudus dari 103 menjadi 114 metrik ton per hari, Pati dari 132 menjadi 145 metrik ton per hari, serta Rembang dari 64 menjadi 70 metrik ton per hari.
Untuk mendukung kelancaran distribusi di wilayah Muria Raya, Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan. Tercatat ada 94 unit motoris Pertamina Delivery Service (PDS) 135 yang siap melayani masyarakat saat terjadi kemacetan. Selain itu, sebanyak 40 SPBU di jalur non-tol disiagakan beroperasi 24 jam penuh.
Tak hanya itu, disiapkan pula tiga unit mobile storage atau SPBU kantong yang berfungsi memangkas jarak suplai dan waktu tempuh distribusi, terutama untuk mengantisipasi potensi hambatan seperti kemacetan maupun bencana alam.
Di sektor LPG, terdapat sekitar 100 agen siaga dan 500 pangkalan siaga yang tetap beroperasi selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran, termasuk pada hari libur nasional. Di Muria Raya sendiri, agen LPG siaga tersebar di Blora (12 agen), Grobogan (26 agen), Jepara (25 agen), Kudus (22 agen), Pati (26 agen), dan Rembang (14 agen).
Taufik juga memastikan pasokan ke wilayah kepulauan seperti Karimunjawa tetap menjadi perhatian khusus. Kebutuhan BBM di wilayah tersebut sekitar 10 kiloliter per hari, dengan pengiriman 100 kiloliter setiap tujuh hari sebagai strategi buffer stock 30 persen.
Apabila terjadi cuaca buruk di Laut Jawa, Pertamina menyiapkan skenario pengiriman melalui kapal ASDP dari Semarang maupun dukungan kapal TNI AL berdasarkan nota kesepahaman dengan Danlanal Semarang. Untuk LPG, pengiriman normal mencapai 2.000 tabung per minggu dan pada pekan pertama Maret 2026 telah ditambah 5 persen guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan Ramadan.
Selain menjamin pasokan, Pertamina juga mengoptimalkan fasilitas SPBU sebagai lokasi singgah pemudik. SPBU siaga 24 jam dilengkapi fasilitas musala, toilet bersih, serta area istirahat tanpa pungutan biaya.
“Kami imbau masyarakat sebelum mudik memastikan regulator LPG dilepas demi keamanan. Saat bepergian, sebaiknya mengisi BBM full tank untuk mengurangi antrean. Kami juga mendorong pembayaran non-tunai melalui QRIS, kartu debit, maupun e-wallet yang terhubung dengan aplikasi MyPertamina agar transaksi lebih cepat,” jelasnya.
Dengan pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri yang mulai bertugas pada 9 Maret 2026 hingga H+15 Lebaran, Pertamina berharap distribusi energi di wilayah Jateng-DIY tetap lancar tanpa kendala berarti selama momen hari raya.
(JIMMY)







