Buseronlinenews

Pemilik IR dan Kadis Enggan Memberikan komentar

Cianjur — PKBM Hidayatul Mubtadin yang di duga melakunan ” mark up ” siswa dari jumlah 60 siswa menjadi 135 siswa makin memanas. IR penilik yang di sebut – sebut pihak yang harus bertanggungjawab menganggap sepele, begitu juga Kadis Disdikpora mengeles.
IR saat di hubungi lewat telepon selular berjanji akan memberikan keterangan resmi lewat pertemuan di darat.


Namun ketika waktu yang dijanjikan tiba IR tidak menepati janjinya. Beberapa kali di telepon tidak di respon hingga berita kedua turun.


Selasa, 3/3 2026 media ini meminta konpirmasi kepada Kadis Pendidikan Pemuda & Olahraga Kab. Cianjur, Ruhli menyikapi pemberitaan tentang adanya dugaan ” mark up ” jumlah siswa di PKBM Hidayatul Mubtadin.


Kepada media ini Ruhli enggan mengomentari sambil bergegas meninggalkan, ” Saya kan hanya kebijakan saja, dengan Kabid Paudni aja.

“Begini aja nanti saya akan kondisikan dulu Kabidnya, kita boleh nanti jelaskan, nanti saya hubungi lewat telepon, janji Ruhli sambil melangkah keluar ada acara di DPRD, ” tambah Ruhli.

Namun hingga hari ini, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga tidak komitmen dengan janjinya, di WA nggak di balas, di telepon tidak di angkat

Di tempat terpisah media Online meminta tanggapan Sekjen Marak, Alam Abubakar, BE menyikapi dugaan adanya penyimpangan di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Cianjur.

“Di duga memang ada persekokongkolan, sehingga bisa mulus terjadi. Para pejabat terkait harusnya menjalankan fungsinya secara benar, mengecek jumlah siswa yang riil mengikuti pembelajaran sesuai jumlah di Dapodik, ” terang Sekjen Marak.

Lebih lanjut Alam Abubakar menjelaskan persoalan siswa fiktip di Kabupaten Cianjur jumlahnya mencapai sekitar 50 ribu lebih. Maka dari itu LSM Marak sedang mengumpulkan data masing – masing PKBM yang di duga kuat me mark up jumlah siswa. Sehingga jumlah siswa yang riil mengikuti pembelajaran tidak sama jumlahnya dengan jumlah siswa yang ada di Dapodik, ‘

Roni