Buseronlinenews

Pemerintah Desa Bantan tengah gelar RKPDes 2025 .46 KPM BLT-DD Ditetapkan Untuk DU-RKPDes 2026 , Program Padat Karya dan Insentif Guru PAUD Masuk dalam Agenda

Bantan –Buseronlinnenews.com.Pemerintah Desa (Pemdes) Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menggelar Rapat Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025 di Gedung Serba Guna, Jalan H. Isa, Selasa (9/9/2025) pagi.

Rapat yang dimulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut membahas sejumlah agenda penting terkait pembangunan desa dan program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Salah satu pembahasan utama adalah penentuan kelompok penerima manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Tahun 2025, Pemerintah Desa Bantan Tengah menetapkan sebanyak 46 KPM yang terdiri dari lansia, warga miskin ekstrem, serta penderita penyakit kronis.

Selain itu, program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) juga dibahas. Sebanyak 9 keluarga ditetapkan sebagai calon penerima manfaat. Namun, pelaksanaannya belum bisa direalisasikan pada tahun 2025 karena menunggu petunjuk teknis penggunaan dana bermasa.

Program tersebut akan kembali diusulkan dalam RKPDes 2026 agar keluarga yang membutuhkan segera mendapatkan rumah layak huni. Hal ini menjadi perhatian serius Pemdes Bantan Tengah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat juga menyepakati pelaksanaan program padat karya tunai (PKT) dengan lokasi di jalan perkebunan yang tidak terdapat rumah penduduk. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga desa secara langsung.

Setiap RT diwajibkan membersihkan saluran air minimal sepanjang 420 meter. Dari total 32 RT se-Desa Bantan Tengah, panjang keseluruhan saluran yang akan dibersihkan mencapai 13.440 meter.

Program PKT ini diharapkan dapat mengantisipasi potensi banjir serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat. Kegiatan gotong royong juga menjadi bentuk nyata kebersamaan warga dalam menjaga desa.

Tak hanya itu, peningkatan insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kader posyandu turut menjadi agenda pembahasan. Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik dan kader kesehatan di desa.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Bantan Tengah, Hadi Suryono, menegaskan bahwa seluruh program yang disepakati akan dibawa ke Musyawarah Desa (Musdes) untuk kemudian dibahas lebih lanjut dalam MusrenbangDes mendatang.

“Usulan ini akan dimasukkan ke dalam DU-RKPDes tahun 2026. Kita berharap semua pihak ikut mengawal hingga ke tingkat kabupaten sehingga dapat terealisasi dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Hadi Suryono.

Ia menekankan, program yang dirancang bukan hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar harus memberi manfaat nyata bagi warga. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan setiap agenda pembangunan desa.

Rapat yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan RT yang aktif memberikan masukan terkait program prioritas. Antusiasme peserta menunjukkan adanya dukungan penuh terhadap upaya Pemdes Bantan Tengah dalam memajukan pembangunan desa.

Dengan adanya RKPDes 2025, Pemdes Bantan Tengah berharap pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat gotong royong sebagai modal utama kemajuan desa.

Hadir dalam acara tersebut PJ Kades Bantan tengah, Sekertaris Desa, ketua BPD, Pendamping lokal Desa (PLD), pendamping pembangunan, perangkat dan staff Desa, RT/RW se-Desa Bantan tengah, kadus, pengurus koprasi Desa Merah Putih (KDMP) , guru PAUD, kader posyandu dan lainya.

Liputan Wintoro.