BENGKALIS – Pemerintah Desa Kelemantan Barat, Kabupaten Bengkalis, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan perempuan. Pada Rabu, 8 Oktober 2025, Pemdes Kelemantan Barat menggelar Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Perempuan Pembuat Pisang Salai bertempat di Aula Gedung Pertemuan Desa.
Kegiatan ini merupakan salah satu program berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan perempuan desa dalam bidang ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang usaha baru melalui produk olahan pangan lokal.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kelemantan Barat beserta anggota, para peserta perempuan, serta masyarakat yang turut menyaksikan jalannya kegiatan. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias.
PJ Kepala Desa Kelemantan Barat, Muhamad Nasir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas perempuan merupakan langkah penting dalam membangun kemandirian desa.
Menurutnya, perkembangan zaman dan semakin ketatnya persaingan menuntut perempuan untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam hal produksi maupun inovasi produk lokal.
“Pelatihan ini bertujuan agar perempuan di Desa Kelemantan Barat mampu meningkatkan kualitas diri dan keterampilannya, sehingga dapat bersaing serta tidak tertinggal dari perkembangan zaman,” ujar Muhamad Nasir.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM perempuan akan berpengaruh langsung pada kemajuan desa. Perempuan yang memiliki kemampuan lebih akan mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi keluarga dan desa.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Wakil Ketua KADIN Bengkalis, Ev Susiana SE, Sy, yang membawakan materi tentang Strategi dan Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga dalam Pembuatan Pisang Salai.
Dalam paparannya, Ev Susiana memberikan penjelasan mengenai proses produksi pisang salai yang baik, mulai dari pemilihan pisang, teknik pengolahan, higienitas, hingga cara meningkatkan kualitas rasa agar bersaing di pasar.
Selain teori, peserta juga mendapatkan sesi praktik langsung yang membuat mereka semakin memahami proses produksi pisang salai mulai dari awal hingga akhir.
Para peserta mengaku senang dengan adanya pelatihan ini karena memberikan wawasan baru serta membuka peluang usaha rumahan yang menjanjikan. Produk pisang salai dinilai memiliki potensi pasar yang cukup tinggi di Bengkalis.
Pemerintah Desa Kelemantan Barat berharap melalui pelatihan ini perempuan desa dapat semakin berdaya, kreatif, dan mandiri dalam mengembangkan usaha kecil berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah desa dalam memberdayakan perempuan dan meningkatkan kualitas SDM sebagai pondasi pembangunan desa yang lebih maju.
Liputan wintoro







