Bengkalis – Pemerintah Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pangan lokal demi mewujudkan kemandirian desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan penyertaan modal Dana Desa untuk Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, yang digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Kantor Desa Kelemantan Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi desa dalam mengembangkan ekosistem ekonomi pangan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
Pada tahun 2025, Pemdes Kelemantan Barat memfokuskan penguatan ketahanan pangan pada dua komoditas unggulan desa, yakni budidaya nanas dan ikan lele. Keduanya dianggap sebagai komoditas yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi desa berbasis pemberdayaan masyarakat.
Serah terima penyertaan modal diserahkan langsung oleh Penjabat Kepala Desa Kelemantan Barat, Muhammad Nasir Rustam, kepada Direktur BUMDes Maju Bersama, Abuan A.Md. Suasana penyerahan berlangsung tertib dan penuh harapan positif untuk kemajuan desa.
Turut hadir dalam kegiatan ini Bhabinkamtibmas Desa Nandra Marden, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TPP PD3MD Kecamatan, Kaur Keuangan Desa, serta jajaran BPD. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan kuatnya kolaborasi dalam mendukung program ketahanan pangan.
Penyerahan modal Dana Desa ini didasarkan pada amanah Permendes PDTT Nomor 3 Tahun 2025, yang mewajibkan alokasi minimal 20% dari pagu Dana Desa untuk kegiatan ketahanan pangan dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional.
Tahun ini, Pemerintah Desa Kelemantan Barat mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp 230.547.000, yang diberikan kepada BUMDes Maju Bersama untuk dikelola dalam program budidaya unggulan desa.
Penandatanganan berita acara serah terima modal dilakukan secara simbolis oleh Pj Kepala Desa dan Direktur BUMDes, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Proses ini menjadi langkah awal dalam pengelolaan program ketahanan pangan yang akan dijalankan secara bertahap.
Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Muhammad Nasir Rustam menegaskan bahwa penggunaan dana harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan proposal yang telah disusun oleh BUMDes. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini.
Beliau juga meminta agar BUMDes memberikan laporan perkembangan secara berkala setiap bulan. Hal ini dilakukan agar Pemerintah Desa dapat memastikan bahwa penyertaan modal benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kami berharap dana ini dapat digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan produktivitas budidaya nanas dan ikan lele di desa. Semoga BUMDes “Maju Bersama” semakin maju dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Pj Kades.
Program budidaya nanas diharapkan dapat memperluas potensi perkebunan desa, mengingat komoditas ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu tanaman unggulan masyarakat lokal. Begitu pula dengan budidaya ikan lele yang menjadi salah satu peluang usaha produktif bagi kelompok masyarakat desa.
Selain meningkatkan kemandirian pangan, program ini juga diproyeksikan dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat. Dengan demikian, penyertaan modal tidak hanya memenuhi amanat regulasi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Direktur BUMDes Maju Bersama, Abuan A.Md., dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mengelola dana modal tersebut. Ia berkomitmen untuk menjalankan program sesuai rencana dan memastikan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat desa.
Dengan terlaksananya penyerahan penyertaan modal ini, Pemdes Kelemantan Barat menegaskan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan di tingkat desa. Harapannya, program ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Ditulis oleh Wintoro







